AU Iran Latihan, Rute Penerbangan Dunia Dipaksa Menyingkir Dulu

Angkatan Udara (AU) Iran menggelar latihan militer besar-besaran, termasuk manuver jet-jet tempur dengan tajuk “Defenders of Velayat Skies 7” mulai hari Senin di wilayah selatan Iran. 

AU Iran memperingatkan pada pelaku dunia penerbangan baik sipil atau militer untuk menyingkir dari zona udara latihan akbar ini. Jika melanggar, AU Iran sudah memperingatkan tidak akan bertanggung jawab atas risiko yang akan dialami oleh si pesawat.

Latihan ini berpotensi menggangu rute penerbangan dunia yang banyak transit di wilayah teluk seperti di Dubai, Abu Dhabi dan Qatar dengan melewati celah selat Hormuz yang akan ditutup Iran. Banyak penerbangan akan mengalami delay untuk antri jalur penerbangan alternatif ke arah India, Asia Tenggara dan Asia Timur melalui wilayah Oman.

”Latihan besar-besaran lima hari dengan nama kode ‘Defenders of Velayat Skies 7’ akan dimulai (Senin) di wilayah 496.000 km persegi dari Ahwaz dan Shiraz ke Kerman, Bushehr, Hormozgan, trio pulau (Abu Musa dan Greater dan Lesser Tunb), Pulau Kish, Kepualauan Khark dan perbatasan udara seluruh wilayah ini,” kata petinggi militer Iran, Brigadir Jenderal Farzad Esmayeeli, pada hari Minggu.


Jet tempur Saeqeh buatan Iran sendiri. Foto: IRA

”Tentu saja, kami menyaksikan kehadiran sejumlah pesawat trans-regional di luar perbatasan udara dan laut negara, tapi kami menekankan bahwa pesawat ini harus tahu batas mereka, dan tahu bahwa kami akan mengambil tindakan dalam waktu kurang dari satu detik. Mereka harus sepenuhnya menjauhkan diri dari zona latihan,” lanjut dia.

Baca Juga:  Hari Lahir Kim Jong-un Enggak Jadi Hari Libur Nasional di Korea Utara?

Latihan militer besar-besaran ini melibatkan lebih dari 17 ribu tentara dari berbagai pasukan, termasuk Tentara Pertahanan Udara Garda Revolusi (IRGC), Angkatan Laut, Polisi dan Basij (pasukan mobilisasi).

Sedangkan peralatan tempur yang dikerahkan di antaranya, Unit Artileri Angkatan Darat dan jet-jet tempur Angkatan Udara termasuk McDonnell Douglas F-4 Phantom buatan Amerika Serikat. Sistem rudal pertahanan udara S-300 buatan Rusia juga ambil bagian dalam manuver tersebut.

F4 Phantom milik AU Iran

”Latihan ini bertujuan mengkoordinasikan unsur-unsur operasional pertahanan udara (termasuk tentara, IRGC dan pasukan lain), penyebaran dan sistem transit yang cepat termasuk radar, rudal, artileri, dan penyadapan elektronik di bawah cakupan pemantauan penuh Pangkalan Pertahanan Udara Khatam al-Anbia,” imbuh juru bicara militer Iran, Abbas Farajpour Alamdari, kepada IRNA, semalam (26/12/2016).

1 Komentar

Tinggalkan Balasan