AU Malaysia dan India Merana Karena Pesawat Buatan Rusia Enggak Bisa Terbang

Di Indonesia banyak sekali pemuja pesawat tempur buatan Rusia. Terutama jika ada perbandingan antara pesawat tempur bikinan Rusia dengan buatan Amerika Serikat, pasti ujung-ujungnya menakuti soal embargo dari AS.

Padahal faktanya, banyak negara pengguna pesawat tempur buatan Rusia yang merana dan gak bisa terbang karena susahnya suku cadang si pesawat.

India dan Malaysia adalah dua negara korbanya. Di Kedua negara pesawat Sukhoi Su-30 dan Mig-29 jadi tulang punggung kekuatan Angkatan Udara, celakanya, karena langkanya suku cadang, hanya 10% dari total pesawat buatan Rusia yang siap terbang. Yang lainya terpaksa mangkrak dan banyak yang jatuh.

Mari tengok betapa merananya Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) AU-nya Malaysia.

Sukhoi Su-30MKM milik Malaysia adalah, versi Su-30 yang paling maju fiturnya, terutama bila dibandingkan Sukhoi Su-30MK2 milik Indonesia dan Su-30MK2V milik Vietnam. Selain racikan fitur yang terdepan, Su-30MKM pun ‘kaya’ kegiatan, seperti sukses meluncurkan bom pintar berstandar NATO dengan pemandu laser (GBU-12) dan pernah pula meluncurkan rudal jelajah anti kapal Kh-31 yang harganya selangit.

Total Malaysia punya 18 unit. Coba tebak berapa yang siap terbang? hanya 4 unit aja broo. Sangat mengenaskan bukan? padahal di Malaysia ada bengkel resmi Sukhoi lhoo.

Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu melontarkan rasa gemesnya karena kondisi TUDM yabg tidak siap tempur. Seperti dikutip dari thestar.com.my (31/7/2018)

Baca Juga:  Jepang Mengubah Kapal Perang Izumo Class Jadi Kapal Induk

Sabu juga mengatakan Malaysia akan menghentikan operasional 10 unit jet tempur MiG-29 Fulcrum. Yang hanya 2 unit saja yang siap terbang.

Malaysia membeli 18 unit Su-30MKM dalam kontrak senilai US$900 juta pada tahun 2003. Salah satu komitmen yang dijanjikan Rusia dalam pengadaan tersebut adalah dikirimnya astronot asal Malaysia, Sheikh Muszaphar Shukor, yang kemudian berhasil ke luar angkasa pada tahun 2007.

Lantas apa yang membuat Malaysia serasa megap-megap untuk mengoperasikan Sukhoi Su-30? Dalam hitungan dollar, biaya operasional per jam Su-30 yang mengadopsi twin engine ditakar mencapai US$14 ribu. Sebagai perbandingan biaya operasional per jam F-16 yang single engine mencapai US$4.500 – US$5.000 per jam.

Biaya yang diperlukan untuk satu jam terbang Sukhoi secara global antara lain pada elemen bahan bakar, penurunan fungsi airframe pesawat sehingga makin mempercepat masuk ke tahap perawatan, berkurangnya jumlah jam terbang terbang, penururan usia mesin dan lainnya.

Khusus untuk berkurangnya jumlah jam terbang Sukhoi, ketika jet-jet tempur Rusia itu tiba dalam kondisi baru, masing-masing sudah memiliki ‘jatah’ jam terbang. Semisal setiap unit pesawat Sukhoi memiliki jam terbang operasional sebanyak 2.000 jam terbang, maka setelah 2.000 jam terbang tercapai, pesawat harus masuk ke tahap perawatan seperti penggantian mesin dan suku cadang.


•Kasus Su-30MKI India
Adanya Su-30MKM Malaysia merupakann pengembangan dari Su-30MKI India, ditandai dengan ciri khas yang sama-sama menggunakan canard. Sebagai negara yang mendapat lisensi pembuatan Sukhoi Su-30MKI Flanker, India memiliki 200 unit Su-30MKI.

Baca Juga:  ​Pesawat Tu-154MLk-1 Rusia Lakukan Observasi Militer di Wilayah Udara  AS

Namun, Kepala Staf Angkatan Udara India, Jenderal Arup Raha pernah mengungkap sejumlah masalah tentang kesiapan operasional Sukhoi Su-30MKI ini kepada pers. Sebagaimana dikutip dari Arming India terbitan New Delhi, saat Hari Angkatan Udara India. Dalam wawancara tersebut AU India mengatakan bahwa tingkat kesiapan operasi Sukhoi Su-30MKI ini hanya 50 persen. Dari 200unit yang dimiliki India, hanya 100 yang siap terbang.

“Banyak sekali masalah terkait perawatan, overhaul, waktu persiapan (turnaround time), dan ketersediaan sukucadang dari pihak original equipment manufacturer,” kata Raha kepada pers.India mendapat lisensi pembuatan hampir seluruh Sukhoi Su-30MKI itu dari KNAPPO, Rusia, melalui perusahaan kedirgantarannya, Hindustan Aeronautics Limited. Ketersediaan sukucadang dari original equipment manufacturer (Rusia) ini berpotensi berkontribusi pada hambatan tingkat kesiapan operasi Sukhoi Su-30MKI mereka.

sumber : indomiliter.com/thestar.com

9 Komentar

  1. Berita hoax,,
    Ane tetep milih pesawat rusia, soalnya rusia pernah menjadi temen sewaktu mrmbebaskan irian barat dari belanda,,
    sebaliknya amerika lah biggbos yg ada dibelakang belanda.
    Kalau mau tetep tolol ya beli aja dari amerika biar kena embargo, kalau rusia walaupun suku cadang sulit tp jika indonesia diserang negara lain maka tanpa diminta rusia akan membantu indonesia

    • Bukan berita hoax bung, ini memang fakta. Yang salah bukan Rusia nya, tapi negara yang punya Su 30MKM dan MKI, sukhoi mereka gak murni buatan Rusia lagi, makannya komponennya pada langka, nah coba liat, Suriah, Vietnam, korea Utara, belarusia, Indonesia apakah pernah ada kasus kelangkaan sparepart pesawat buatan Rusia angkatan udara mereka? Tidak pernah, karena mereka dan kita tau cara memanaj waktu, perawatan pesawatnya.

  2. Penulisnya tendensius… India memiliki pesawat lebih banyak dari yang dimiliki Russia sendiri, mereka juga menggunakan sistem teknologi gado2 sehingga menyebabkan perawatan makin rumit, ditambah dengan semangat India untuk merakitnya sendiri dan berusaha mendapatkan lisensi, jelas saja itu juga membuat Su-30 MKI menjadi makin istimewa… berita terbaru adalah pesawat Su-30 MKI yang jatuh adalah yang dirakit di India… Malaysia juga melakukan hal yang sama, engan versi pesawat yang sama dengan India jelas membuat Malaysia masuk ke lubang yang sama dengan India… akirnya mendapatkan kesulitan dalam perawatan dan berakibat pesawat yang kedodoran…
    Mig-29 Malaysia sudah waktunya untuk pensiun atau upgrade supaya bisa terbang lebih lama, Bahkan pernah diisukan mau di beli India atau dibarter dengan spare part. Kalau yang berantakan India dan Malaysia itu jelas kalau menggunakan analisa sederhana saja sudah pasti mengarak ke jenis pespur… yaitu sama2 versi MKI yang sudah gado-gado…

  3. Embargo dari amerika jika kebijakan pemerintahan kita tidak sejalan dengan mereka itu fakta, bro.
    Gak usahlah mengingkari fakta itu.
    Sekarang gue tanya kenapa TNI gak megap-megap mengoperasikan armada Sukhoi macam Malaysia dan India? Di Asia Tenggara dan Asia Selatan, kemampuan diplomasi kita itu diatas rata-rata. Jika Rusia repot menangani antrian maintenance pespur, masih ada sekutu-sekutu Rusia yang mau membantu perbaikan pespur dimana ilmunya didapat langsung dari Rusia. Bahkan bagi mereka hal ini adalah salah satu sumber devisa di tengah minimnya SDA mereka!

  4. Penulisnya tendensius, pemuja amerika, amerita dan amerina…… Lol
    Bagaimanapun amerika bukan teman baik indonesia karena amerika cenderung arogan terhadap indonesia contohnya kasus pembatasan import amerika ke indonesia dan pemberian sanksi amerika ke indonesia karena beli alutsista rusia
    Klo masih muja amerika ya goblok… Lol

  5. Amerika itu mengembargo indonesia karna TNI itu arogan sama rakyat indonesia sendiri…kok malah kalian bela TNI yang arogan dulu hingga di embargo…lihat korsel bro apa militer mereka jelek??? Malahan bagus ditangani AS…kesalahan diri sendiri tidak dilihat malah nyalahin AS…mental munafik

Tinggalkan Balasan