Australia Mau Beli Pesawat Bomber Siluman B21, Indonesia Bisa Apa?

Sebagai negara eropa yang terdampar di region Asia, Australia selalu merasa harus bisa melindungi teritorialnya dari ancaman musuh-musuhnya orang Asia. Pengalaman masa lampau dalam Perang Dunia II yang mana Jepang hampir saja menduduki Negara Benua tersebut jika saja tidak dikalahkan oleh AL Sekutu di Pertempuran Laut Coral dan Midyway.

Diberitakan oleh ASPI (7/11/2019) Australia mempertimbangkan opsi untuk memproyeksikan kekuatan militer yang lebih besar dengan asumsi Negara Kangguru tidak mendapatkan bantuan militer dari Sekutunya yaitu AS. Salah satu cara memproyeksikan kekuatan militerny Australia adalah pembelian bomber Siluman terbaru AS yaitu B-21 Raider.

Terkait dengan pengoperasian pesawat bomber Australia pun juga tidak asing karena pada era perang dunia II AU Australia sudah mengoperasikan pembom buatan Inggris seperti Halifax, Wellington dan Lancaster di Theater Eropa dan Pembom B 24 Liberator di Theater Pasifik kemudian pada era perang dingin RAAF juga mengoperasikan Pembom Canberra dan pembom tempur F 111C Ardvaark yang memiliki radius tempur lebih dari 2.000 Km itupun masih mempunyai kemampuan pengisian bahan bakar di udara.

Sebagai informasi B 21 Raider adalah bomber generasi baru yang dikembangkan oleh Northrop Grumman. Memiliki jarak tempur hingga 5.000 Km yang mampu menjangkau seluruh ujung barat Indonesia, seluruh wilayah laut China Selatan dan Papua Nugini hingga Guam.

Bagaimana dengan Indonesia menyikapi rencana besar Australia ini? Sebagai bahan pertimbangan pada saat Australia memiliki bomber F 111C Negeri Kangguru ini pernah mempertimbangkan untuk membom Ibukota Indonesia ini terkait kerusuhan pasca timor-timur. Mungkin sudah saatnya Indonesia juga membeli sistem hanud jarak jauh untuk mendeteksi dan menghancurkan bomber siluman ini.

Baca Juga:  SDPR Perkenalkan howitzer Swagerak Baru Aleksandar 155mm/kaliber 52

Sumber: World Defense Zone

Is the B-21 bomber a viable option for Australia?

7 Komentar

  1. Sepanjang TNI belum memproyeksikan kekuatan alutsistanya yg bisa menjangkau negara2 dikawasan termasuk Australia berupa pembom jarak jauh seperti hal nya era soekarno dulu dan rudal jarak jauh untuk benteng pertahanan lapis pertama maka jngn harap kekuatan kita disegani.

  2. In military service, rule number one : ” HOPE for THE BEST, PLAN for THE WORST “.
    Tetangga kita sekarang baik-baik saja but what about their next Regime !?, you never know !

Tinggalkan Balasan