Avibras AV/TM 300 Matador, Rudal Jelajah Incaran Korps Armed TNI AD

Saat perayaan Hari Ulang Tahun Korps Artileri Medan (Armed) ke-72 yang dirayakan di Pusdik Armed Komando Pendidikan dan Latihan TNI AD di Cimahi (4/12), tampak sebuah Mock Up model rudal yang kelihatan sangar bertuliskan Avibras Matador.

Inilah salah satu rudal idaman yang diincar oleh Korps Armed TNI AD. Rudal AV-TM (Avibras-Tactical Missile) 300 Matador, rudal jelajah taktis buatan Brasil yang dapat diluncurkan dari platform peluncur roket MLRS ASTROS yang dibeli dari Brasil.

Rudal ini adalah versi hemat dari rudal sekelas Tomahawk yang harganya mencapai 500ribu Dollar Amerika. Sedangkan Avibras Matador hanya dibandrol antara 8.000-10.000 dollar amerika saja. Perbedaan paling mencolok adala soal jangkauan, jika Tomahawk bisa menjangkau sasaran sejauh 1.500KM, Avibras Matador hanya 300KM saja. Namun dengan harga yang kurang dari 10%-nya, itu sudah cukup untuk menggentarkan lawan bukan?


Avibras, Perusahaan senjata Brasil, mulai mendesain rudal jelajah Matador AV/TM-300 sejak tahun 1999 dan mulai tampil di depan publik pada 2001.

Rudal ini dipandu dengan sistem navigasi GPS yang dikoreksi laser untuk mencapai sasaran. Avibras mengklaim bahwa rudal ini memiliki margin ketepatan 30 meter, atau maksimal meleset 30 meter dari koordinat awal yang telah ditentukan.

Berat hulu ledak yang dibawa 200KG dengan tipe HE (High Explosive) seberat 200kg. Mekanisme peluncuran juga tidak ribet, satu kendaraan truk AV-LMU ASTROS bisa menggotong dua AV/MT-300 tanpa persiapan yang ribet. Rudal AV/TM-300 dapat digunakan untuk menghantam perkubuan lawan yang memiliki perkuatan, atau menghancurkan infrastruktur seperti jalan, landas pacu bandara, atau jembatan untuk menghambat akses lawan.

Baca Juga:  Helikopter Mi-35P TNI AD  Jalani Perawatan di Rusia

Avibras sendiri terakhir mengembangkan AV/TM-300 dengan mesin motor roket baru yang disertifikasi pada tahun 2016 dan seharusnya tahun ini memasuki jajaran dinas aktif. Motor roket turbojet yang terpasang pada AV/TM-300 mampu melesatkan rudal ini sampai kecepatan Mach 0,85.

Soal apakah TNI AD akan membeli AV/TM-300 dipertegas dalam sambutan Danpussenarmed Brigjend. TNI Dwi Jati Utomo, yang menyatakan bahwa di masa depan Alutsista Korps Armed akan dilengkapi dengan Radar Anti Artileri (counterbattery radar), PTTA (UAV/Unmanned Aerial Vehicle), GPS (Global Positioning System), alat pengukur jarak otomatis (LRF/Laser Range Finder) dan sistem penemu sasaran untuk mempercepat pencarian koordinat kedudukan sasaran (INS/Inertial Navigation System) sehingga dapat mewujudkan Precision attack, joint attack and The Missile’s Role in Suppressing Enemy Strike Capabilities.

Masalahnya, sampai sekarang rudal ini belum siap diproduksi. Militer Brazil yang meneken kontrak pembelian sejak 2012 dengan nilai 100 juta dollar AS juga belum menerima rudal ini, meskipun sempat dijadwalkan akan terima pada Juni 2016.


Be the first to comment

Tinggalkan Balasan