AVX/L3 ACH Calon Helikopter Kawal Intai AD Amerika Serikat

Angkatan Darat Amerika Serikat sedang membuka penawaran untuk proyek pengadaan Helikopter Kawal Intai untuk memggantikan Helikopter OH-58D Kiowa Warrior yang sudah hampir habis masa pakainya.

Diantara perusahaan yang mengajukan konsep desain adalah AVX Aircraft bermitra dengan L3 Technologies pada Senin, 15 April 2019.

Kongsi dua perusahaan itu menawarkan helikopter bernama AVX/L3 ACH (Advanced Compound Helicopter) tersebut mengadopsi rotor utama model koaksial (berputar lawan arah). Rotor utama ini dipadukan dengan dua ducted fan guna memberikan daya dorong maju dan mundur. Kombinasi sistem ini membuat heli bermanufer lincah dan gesit.

Untuk pembagian tugasnya, AVX Aircraft bertanggung jawab mengembangkan platform helikopter, sementara L3 Technologies yang menyediakan rekayasa sistem, integrasi senjata, sensor, dan sistem komunikasinya.

Helikopter ini akan dilengkapi dengan perangkat penerbangan fly-by-wire (FBW) dan sistem avionik digital modern open systems architecture (MOSA). Heli ini diawaki dua orang (pilot dan kopilot) dan ke depannya juga akan dikembangkan untuk terbang otonom dijuluki sebagai ‘pilot digital’.

Helikopter AVX/L3 ACH dilengkapi dengan tiga pasang sayap yang terpisah. Sebuah dipasang dibagian atas badan digunakan untuk membantu daya angkat, sementara sayap kecil di pasang di bawah sebagai tempat gantungan senjata. Sayap ketiga berupa sirip kemudi di bagian ekor.

Kelebihan lain yang ditawarkan pada AVX/L3 ACH adalah dimensinya yang kompak. Dengan rotor dan sayap terlipat, heli dapat dimasukkan ke dalam perut pesawat angkut Boeing C-17 Globemaster III. Heli AVX/L3 ACH juga dapat beroperasi dan disimpan dalam hanggar kapal perusak kelas Arleigh Burke milik Angkatan Laut AS.

Baca Juga:  PP-2000 Senapan Otomatis Supermini Milik Garda Nasional Rusia

Sebagai heli kawal intai, AVX/L3 ACH dilengkapi senjata penggebuk berupa kanon Gatling tiga laras kaliber 20 mm yang dipasang di bawah dagu. Pada sayap kecil (stub wing) bagian bawah dapat membawa sepasang rudal udara permukaan AGM-114 Hellfire atau membawa tabung roket kaliber 70 mm.


Dalam runtutan waktunya, finalis dari pengadaan helikopter ini akan diumumkan pada Juni 2019, pada 2023 setiap finalis harus bikin prototipe lalu pemenangnya akan diumumkan pada 2024 setelah uji terbang.


Pemenang program ini kelak akan mendapatkan pesanan setidaknya 500 unit helikopter.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan