Azerbaijan Terima Peluncur Roket MLRS dari Belarus dan Rudal Balistik dari Israel

Angkatan Bersenjata Azerbaijan telah menerima multiple launch rocket system (MLRS) Polonez pertama, Kementerian Industri Pertahanan Azerbaijan mengumumkan pada 11 Juni.

Pada tanggal 11 Juni, Presiden Republik Azerbaijan Ilham Aliyev menghadiri pembukaan unit militer baru Pasukan Rudal Kementerian Pertahanan. Selama upacara resmi, sistem Polonez terbaru secara terbuka diperlihatkan untuk pertama kalinya.

Angkatan Bersenjata Azerbaijan secara resmi telah menerima kedalam kedinasan MLRS Polonez yang tiba di negara itu pada awal tahun. Polonez adalah multiple launch rocket system baru Belarus yang dikembangkan dengan dibantu oleh Tiongkok.

Sebagian besar informasi mengenbai sistem tersebut masih dirahasiakan. Namun diketahui bahwa Polonez menggunakan roket 300 mm dengan panjang melebihi 7 m. Rentang siripnya adalah 0,62 m. Unit peluncur terdiri dari 8 roket yang dikemas dalam dua pod berisi empat roket yang dipasang pada kendaraan MZKT-7930.

Sistem Polonez dirancang untuk menyerang personel musuh di tempat terbuka dan di dalam shelter serta kendaraan tak berlapis baja maupun kendaraan tempur lapis baja dan kendaraan khusus, unit artileri, sistem rudal dan sistem rudal pertahanan udara, pesawat di lapangan terbang. Polonez dapat menyerang sejauh 50-200km dengan circular error probable (CEP) 30m.

Selain Polonez, dalam acara yang sama juga ditampilkan sistem rudal balistik LORA buatan Israel. LORA (LOng Range Attack) adalah rudal darat-ke-darat taktis jarak jauh yang dikembangkan oleh Israel Aerospace Industries. Rudal itu dimaksudkan untuk menyerang hingga jarak 430 km dengan circular error probable (CEP) 10 meter dengan menggunakan gabungan pemandu GPS dan TV untuk fase terminal. Rudal LORA memiliki berat kurang lebih 1.600 kg.

Baca Juga:  Jepang Pamerkan Type 16 MCV Baru pada Fuji Firepower 2017

Rudal dapat diluncurkan dalam hitungan menit dari posisi yang tidak dipersiapkan. Semua sasaran yang lokasinya telah diketahui dalam jangkauan rudal tersebut dapat diserang kurang dari 10 menit dari saat peluncuran. Rudal LORA disimpan dalam kanister tersegel dengan masa penyimpanan selama tujuh tahun sebelum diperlukan adanya perawatan.

Para pengamat menggambarkan pengadaan-pengadaan tersebut oleh Azerbaijan sebagai jawaban yang agak tertunda oleh Baku atas pengiriman rudal balistik taktis Iskander ke Armenia oleh Rusia. Hubungan antara Baku dan Yerevan menegang karena sengketa wilayah Nagorny Karabakh.


Sumber : defence-blog.com, en.wikipedia.org, TSM by Angga Saja

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan