Bagaimana Baiknya Nyikapin Eks Warga ISIS

Polemik muncul saat ada ratusan wanita dan anak-anak eks warga ISIS asal Indonesia yang sekarang ini berada di kamp-kamp pengungsian sekaligus penjara di Suriah yang berada di bawah kontrol Kaum Kurdi.

Presiden Jokowi menolak memulangkan mereka namun para aktivis HAM atas dasar kemanusiaan meminta mereka dipulangkan.

Eks warga ISIS ini tidak sedikit, jumlahnya sekarang ini mereka mencapai hampir 100.000 orang di kamp-kamp pengungsian dari berbagai negara. Dari Indonesia diperkirakan ada 500an jiwa.

Sejak kekalahannya di Suriah pada Maret 2019 lalu, puluhan ribu kombatan ISIS menyerahkan diri kepada Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Dengan kekalahan ini, ISIS tak lagi memiliki wilayah kekuasaan, baik di Suriah maupuan di Irak yang lebih dulu berhasil mengalahkannya pada 2017 silam.

Melansir dari Independent (9/12/2020), kemampuan otorias kamp yang menampung puluhan ribu kombatan ISIS itu semakin berkurang.

Para penjaga mengaku telah menggagalkan ratusan upaya pelarian dalam beberapa bulan terakhir.

Meski ratusan kali penjaga menangkap para tahanan, tapi tak sedikit juga tahanan yang berhasil melarikan diri.

Bagaimana seharusnya bersikap?
Jika merujuk pada aturan perang sejak zaman dulu. Para wanita dan anak-anak sebaiknya boleh dipulangkan, sedangkan kaum pria-nya harus dihukum mati.

Karena benih-benih dogma dan doktrin di dalam otak kaum lelaki tidak bisa mati. Jadi mereka harus dihukum mati. Kalau tidak mereka bisa bangkit lagi sebagaimana eks mujahidin Afganistan yg banyak menebar teror.

Baca Juga:  Tim Evakuasi Medis Laut Lantamal IX Bersama Basarnas Dan Bakamla Laksanakan Renang Laut Menyeberangi Teluk Ambon

Sedangkan kaum wanitanya dan anak-anak. Di jaman dulu mereka dibiarkan hidup tapi menjadi budak. Nah masalahnya Budak jaman sekarang sudah tidak ada.

Maka ketika kaum lelakinya dibunuh, ya para wanita dan anak-anaknya harus ada pihak yang mengawasi. Entah pemerintah atau mungkin dijadikan istri bagi siapa yang mau, terutama ditawarkan pada masyarakat yang membolehkan poligami.

Hal itu penting untuk mensterilisasi doktrin ISIS.