Balas Amerika, Rusia Uji Coba Dua Rudal Dari Kapal Selam

Kementerian Pertahanan Rusia melakukan uji coba dua rudal balistik yang diluncurkan dari dari kapal selam. Uji coba itu dikatakan sebagai bagian dari pelatihan tempur.

Dua rudal itu adalah rudal balistik Sineva dan Bulava, keduanya ditembakkan dari dua kapal selam dari wilayah kutub Samudra Arktik dan dari Laut Barent pada Sabtu (24/8/2019).

Kedua rudal itu punya perbedaan bahan bakar. Rudal sineva berbahan bakar cair, ditembakkan dari kapal selam Tula. Sedangkan Rudal Bulava berbahan bakar padat ditembakkan dari kapal selam Yury Dolgoruky.

“Mereka mencapai sasaran di tempat pelatihan di wilayah Arkhangelsk utara dan di Semenanjung Kamchatka di Timur Jauh Rusia,” kata kementerian itu.

“Selama peluncuran, karakteristik teknis yang ditentukan dari rudal balistik kapal selam dan efisiensi semua sistem sistem rudal kapal dikonfirmasi,” demikian bunyi pernyataan itu seperti dikutip dari Moskow Times.

Uji coba ini dilakukan seminggu setelah AS melakukan uji coba rudal balistik berbasis darat. Dalam uji cobanya, rudal jelajah yang mampu melakukan konfigurasi nuklir itu menghantam targetnya setelah terbang lebih dari 500 kilometer. Keberhasilan tes misil berbasil darat ini disampaikan Pentagon dalam sebuah pernyataan.

Peluncuran rudal versi seperti itu dilarang selama beberapa dekade setelah perjanjian INF ditandatangani tahun 1987 oleh Ronald Reagan dan Mikhail Gorbachev, presiden AS dan Uni Soviet kala itu.

Baca Juga:  Warga Suriah Terima Sembilan Metrik Ton Bantuan Kemanusiaan dari Rusia

Presiden AS Donald Trump membuat keputusan untuk meninggalkan perjanjian INF pada bulan Februari 2019, dan memberikan pemberitahuan enam bulan ke depan sejak itu untuk benar-benar hengkang. Dia menyalahkan Rusia karena mengembangkan senjata yang dicurigai melanggar ketentuan Perjanjian INF.

Rusia awalnya membantah bahwa rudal yang dituduhkan AS itu ada. Namun, baru-baru ini Moskow mengatakan bahwa jangkauan rudalnya tidak melanggar batas-batas Perjanjian INF.

Sumber: sindonews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan