Balas Rusia, Kapal Selam Amerika Kini Bawa Rudal Nuklir Yang Lebih Kecil

Menanggapi uji coba rudal nuklir oleh Rusia. Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) mengumumkan pada hari Selasa (4/2/2020) bahwa sekaran kapal selam AS akan membawa rudal jarak jauh berkekuatan nuklir, walaupun Pentagon mengklaik bahwa hulu ledak nuklir yang dibawa relatif kecil.

Ini bisa menjadi indikator bahwa Perang Dingin antara kedua negara telah muncul kembali, meskipun kadarnya enggak seseram semasa Rusia masih jadi Uni Sovyet.

Setelah runtuhnya Uni Sovyet, Rusia dan AS punya perjanjian untuk mengendalikan kekuatan rudal nuklir jarak jauh untuk keamanan dunia.

The Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty (INF) atau Perjanjian Kekuatan Nuklir Jangka Menengah itu ditandatangani oleh Presiden AS Ronald Reagan dan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev pada tahun 1987. Perjanjian itu melarang rudal dengan jangkauan antara 500 dan 5.500 kilometer, termasuk penempatan rudal nuklir di luar negara keduanya.

Namun Presiden AS Donald Trump menarik diri dari perjanjian itu pada Agustus 2019. Memicu kembali perlombaan rudal antar kedua negara.

Langkah ini adalah perubahan signifikan dalam postur pertahanan AS yang telah menimbulkan kekhawatiran bahwa hal itu dapat meningkatkan risiko perang nuklir.

Di belakang perkembangan itu adalah pandangan AS bahwa Moskow sendiri sedang mengembangkan senjata nuklir taktis.

“Sementara beberapa orang berpendapat bahwa hulu ledak ini adalah respons terhadap apa yang disebut strategi ‘eskalasi ke de-eskalasi’ Rusia yang akan memperkuat pencegahan dan meningkatkan ambang batas nuklir, yang lain berpendapat bahwa itu akan menurunkan ambang batas untuk penggunaan AS dan meningkatkan risiko perang nuklir,” kata layanan Penelitian Kongres dalam sebuah laporan bulan lalu, seperti dikutip AFP, Rabu (5/2/2020).