Bangkit Dari Kubur, Jepang Segera Miliki Kapal Induk Pertama Setelah Perang Dunia II

Siapa yang tidak mengenal Imperial Japannese Navy/ AL Kekaisaran Jepang (IJN) pada era Perang Dunia II pada periode tersebut AL Kekaisaran mampu tumbuh menjadi salah satu kekuatan maritim dunia dengan kepemilikan puluhan Kapal Induk dan ratusan kapal tempur (Battleships) serta Destroyer, dibawah Laksamana Yamamoto AL Kekaisaran mampu menguasai hampir seluruh Samudera Pasifik.

Namun setelah kalah perang tahun 1945 AL Jepang “dilumpuhkan” oleh pihak sekutu termasuk dilarang memiliki kapal induk yang menjadi senjata utama saat itu.

Namun tidak lama lagi Japan Maritime Defense Self Force (JMSDF) nama baru AL Jepang pasca Perang Dunia II akan bangkit kembali seperti diberitakan oleh Forbes (20/11/2019) JMSDF akan meningkatkan kemampuan dua kapal perusak pembawa helikopter (DDH) kelas Izumo menjadi kapal induk sesungguhnya (Aircraft carrier/CV)

Kapal kelas Izumo sendiri sejatinya adalah kapal induk mini (LHD) namun karena konstitusi Jepang tahun 1947 yang melarang kepemilikan senjata strategis akhirnya Kelas Izumo dikategorikan menjadi Kapal Perusak pembawa helikopter (DDH). Jepang merasa perlu untuk meningkatkan kemampuan kapal kelas Izumo untuk menyeimbangkan kekuatan dengan tetangga seperti China yang sudah mempunyai 3 kapal induk seberat 70.000 ton dan Korea Selatan yang sudah mempunyai LHD kelas Dokdo yang mampu membawa pesawat F 35B

Menurut The Diplomat upgrade yang diterima oleh Izumo mencakup dek penerbangan yang dilapisi dengan cat yang dapat menahan panas buangan yang dihasilkan dari jet tempur F 35B yang memiliki cara lepas landas secara vertical (VTOL). Selain itu, lift pesawat, yang menghubungkan dek penerbangan dengan hangar, akan dirancang khusus untuk mengakomodasi F-35B.

Baca Juga:  Jet Tempur Mirage 2000 AU Taiwan Jatuh Ke Laut

Sebelumnya pada Agustus 2019 lalu Jepang secara resmi mengumumkan pembelian 42 pesawat F 35B yang untuk ditempatkan di kapal induk kelas Izumo dan dioperasikan oleh AL sedangkan AU Jepang sendiri juga telah mengoperasikan F 35A yang memiliki landing dan take off secara konvensional.

Sumber: Forbes.com/ World Defense Zone

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan