Bantu Cegah Kudeta Raja Salman, Israel Kirim 18 Pesawat Tempur dan 1 Pesawat Angkut ke Arab Saudi

Walau didukung peralatan militer yang canggih dan modern, Militer Arab Saudi adalah terlemah di Timur Tengah karena tak memiliki pengalaman tempur sama sekali. Foto: © AP Photo/ Mosa’ab Elshamy

Israel dilaporkan mengirimkan 18 pesawat tempur dan 2 pesawat pengangkut personel ke Arab Saudi untuk mencegah terjadinya kemungkinan kudeta pada Raja Salman bin Abdul Aziz pada Kamis 15 Juni 2017. Berita mengejutkan dilansir oleh laman berita militer dan intelijen southfront.org

Sedangkan kantor berita Iran menulis, bahwa armada udara Israel tersebut mendarat di Arab Saudi untuk mencegah terjadinya krisis dan kudeta yang direncanakn oleh mantan Putra Mahkota pangeran Muhammad bin Nayef bin Abdulaziz.

Sehari sebelumnya, pada Rabu 14 Juni 2017. Raja Salman bin Abdul Aziz mencopot Nayef dari posisinya sebagai putra Mahkota dan digantikan oleh putranya sendiri, Muhammad bin Salman.

Sehari setelah dinobatkan jadi Putra Mahkota, Bin Salman langsung meminta bantuan Israel untuk mengirim 18 jet tempur yang terdiri dari F-16 C/D dan F-15. 2 pesawat angkut Gulfstream, dua pesawat tanker dan 2 pesawat Hercules. Aksi ini untuk mengantisipasi manuver dari mantan putra mahkota Bin Nayef.


Berdasarkan keterangan Saudi Press Agency (SPA), Bin Salman 31 tahun juga menjabat sebagai wakil menteri Perdana Menteri dan juga menteri pertahanan.

SPA juga melaporkan King Salman telah mengumumkan secara resmi kenaikan kedudukan putranya, Bin Salman, di Mekkah pada Rabu malam.

SPA juga mengklaim bahwa 31 dari 34 anggota inti kerajaan Arab Saudi telah menyetujui penggantian Putra Mahkota ini.

Baca Juga:  Caihong 5, Pesawat Tempur Tanpa Awak Buatan China

Sehari sebelumnya, mantan Putra Mahkota, Bin Nayef, telah didakwa dan sedang diinvestigasi untuk tindak korupsi dan upaya pengkhianatan pada Raja.


Ini bukan kali pertama Raja Salman mengganti pangeran Putra Mahkota, sebelumnya tahun 2015 saat naik tahta. Dia juga mengganti putra mahkota Muqrin bin Abdulaziz deengan Muhammad Bin Nayef dengan alasan usia dan lebih muda. Bahwa sudah saatnya kerajaan Arab Saudi dipimpin oleh generasi ketiga dari Raja Abdul Aziz pendiri kerajaan.

Selain dicopot dari kedudukan Putra Mahkota, Muhammad Bin Nayef juga dicopot dari posisi Menteri Dalam Negeri.

Advertisements

4 Komentar

  1. wow 2 negara sahabat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! bantu membantu, seandainya indonesia bisa bersahabat dengan israel seperti arab saudi. mungkin kita akan banyak punya alutsista canggih. dan paman sam gak akan berani ngelarang atau usil kekita lagi. kan sudah bersahabat huehehehe ngimpi…

  2. Media iran kok di jadikan pijakan saudi sendiri pesawat tempurnya ratusan ngapain minta bantuan israel ..iran dari dlu selalu menjelekkan negara saudi karena mereka iri..

  3. Ya elah… Negara Syi’ah dipercaya….. Iran itu negeri tukang tipu, hobby nya nipu (Taqqiyah)…. Itu sudah menjadi kebiasaan Iran, kalau bukan munafik bukan Iran namanya…..
    Lagian buat apa Arab Saudi minta bantuan Israel..??? punya hubungan juga enggak, kedubes nya juga enggak ada di Riyadh atau jeddah, apalagi konsulat, dll…. Dan Saudi punya ratusan pesawat tempur, mulai dari F-15 Eagle, F-15 Strike Eagle, Panavia Tornado IDS, Eurofighter Thypon, hingga Hawk 205… Buat apa urusan dengan Israel….??

    Malah yang harus dicurigai itu justru Iran.. Mengapa..?? Karena pengusaha Israel banyak berinvestasi dan menanamkan modalnya di Iran…, selain itu Iran memiliki hubungan tradisional dengan Israel, terkait dengan etnis Yahudi ortodoks di Isfahan, salah satu provinsi di Iran…

Tinggalkan Balasan