Banyak Hutang, AU Malaysia Tunda Pembelian Pesawat Tempur

Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) telah dipaksa untuk menunda beberapa rencananya mengenai aset militer karena keterbatasan anggaran pemerintah dan menunggu persetujuan, menurut ketua Gen Tan Sri Affendi Buang.

Program AU Malaysia yang ditunda diantaranya: rencana pembelian empat pesawat patroli maritim (MPA), 12 pesawat tempur multi-peran baru (MRCA) dan rencana untuk pembelian suku cadang pesawat tempur buatan Rusia MiG-29

Affendi mengatakan rencana-rencana itu ditangguhkan sementara untuk melihat situasi keuangan pemerintah, dengan utang nasional dikatakan mencapai lebih dari RM1 triliun saat ini.

“Tapi itu tidak berarti program telah dihapus untuk selamanya. Kami berharap akuisisi akan sedikit terlambat ketika situasi keuangan memungkinkan untuk itu,” katanya kepada wartawan dalam wawancara khusus bersamaan dengan Hari RMAF 2018, di sini, di hari Rabu.

Affendi, November lalu, mengatakan RMAF mencari KKL baru setelah persetujuan pemerintah atas pembelian dalam Anggaran 2018.

Dia mengatakan program penggantian MRCA juga sama ditahan lebih lanjut karena situasi saat ini, dan bahwa dia belum diberi indikasi apakah itu akan dilakukan dalam waktu dekat.


Pemerintah tahun lalu mengatakan pihaknya menunda rencana senilai USD2 miliar (RM7.98 miliar) untuk menggantikan armada MiG-29 buatan Rusia yang telah beroperasi sejak 1990.


Pada penundaan MiG-29, Affendi mengatakan RMAF sedang menunggu arahan dari pemerintah tentang bagaimana nasib pesawat yang suku cadangnya susah ini.

Baca Juga:  Rusia dan Uni Emirat Arab Sepakat Bekerja Sama Mengembangkan Jet Tempur Generasi Ke-5

“Salah satu pilihan adalah menjual pesawat itu kepada pihak ketiga, serupa dengan apa yang kami lakukan dengan pesawat lain. Atau, kami mungkin mempertahankan pesawat dan menjualnya sebagai suku cadang. Tapi saat ini, pemerintah belum memutuskan apakah akan menghentikan layanan, “katanya.

Sumber: thesundaily.my

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan