Baru Dituduh Korupsi, Seorang Jenderal Militer China Pilih Bunuh Diri

Jenderal Zhang Yang. Foto: Xinhua

Seorang Jenderal bintang tiga di kemiliteran China bernama Jenderal Zhang Yang ditemukan bunuh diri dengan cara gantung diri di kediamanya pada kamis  (23/11/2017). Kematian Jenderal yang dituduh melakukan korupsi itu baru dirilis ke publik pada Selasa (28/11/2017) oleh kantor berita Xinhua.

Jenderal Zhang Yang masuk ke dalam daftar nama yang dicurigai Presiden Xi Jinping melakukan korupsi.  Oktober lalu pada Kongres Partai Komunis, Xi menjanjikan untuk membasmi pejabat negara yang terbukti korupsi.

Sejak 2012, China telah menangkap 1,5 juta orang dari berbagai elemen, termasuk pejabat militer senior.

Zhang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Departemen Politik di Komisi Militer China dan juga anggota Komisi Militer Pusat di Partai Komunis.

Profesor Institut Strategi Pertahanan Shanghai, Ni Lexiong berkata, posisi itu membuat Zhang memiliki kekuasaan yang sangat luas.

Kekuasaannya mencakup mempertimbangkan jabatan dan kepangkatan pejabat militer. Diduga, dia menerima gratifikasi untuk meloloskan seorang perwira menempati pos strategis.


“Selama 20 tahun terakhir ini, berapa orang yang dia bawa menduduki posisinya?” tanya Ni.


Seorang pejabat anonim China, seperti dilansir Xinhua, mengatakan Zhang diduga melanggar kode etik protokol dan hukum anti-korupsi.

Sedangkan media Tentara Pembebasan Rakyat, media milik militer, menuduh Zhang sengaja lari dari tanggung jawab dengan mengakhiri hidupnya.

“Jenderal yang dulunya sangat disegani berakhir dalam kehidupan yang sangat memalukan,” kecam harian tersebut.

Baca Juga:  Kapal Selam Jin China, Bisa Bawa 12 Rudal Nuklir Yang Mampu Menjangkau Wilayah Amerika Serikat 

Surat kabar yang juga media informasi resmi milik Tentara Pembebasan Rakyat China itu menyebut Zhang memiliki “dua wajah”.

Di satu sisi, dia menyatakan loyalitas terhadap pemerintahan China. Namun, di sisi lain, dia adalah koruptor.
“Militer tidak mentolerir kasus korupsi yang disembunyikan anggotanya. Kami akan menghadapi mereka dengan pistol di depan wajah mereka,” tulisa editorial surat kabar tersebut.

Zhang disebut memiliki hubungan dengan dua pejabat militer Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), Guo Boxiong dan Xu Caihou, yang lebih dulu dipecat dari Partai Komunis.

Guo terbukti melakukan korupsi, dan divonis penjara seumur hidup pada 2016. Sementara Xu meninggal akibat penyakit kanker pada 2015 ketika penyelidikan terhadapnya sedang berlangsung. (AFP/Xinhua/Tribunews)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan