Battle Of Biscay, Kisah Heroik Pesawat Sunderland Melawan 8 Pesawat Jerman

Pada 1 Juni 1943, sebuah DC-3 dengan kode penerbangan BOAC Flight 777-A ditembak jatuh oleh 8 Ju-88 dari Kampfgeschwader 40, Luftwaffe, diatas Bay of Biscay (perairan sebelah barat Prancis).

Keesokan harinya, sebuah pesawat kelas seaplane, Sunderland Mk III dengan 11 crew dan pilot, F/Lt Colin Walker, dari No. 461 Sqd. RAAF (AU Australia), dengan kode EJ134, dikirim untuk menyelidiki hilangnya DC-3 tersebut. Nahasnya, pada saat yang sama ada 8 pesawat mesin ganda Ju-88 dari unit Luftwaffe yang sama mengulangi patroli di wilayah tersebut.

Dua unit Ju-88 menyerang dari dua sisi dengan sambaran berulang. Pada sambaran ketiga, gunner di lambung Sunderland berhasil merusakkan atau menembak jatuh salah satu Ju-88. Tapi salah satu mesin Sunderland mati akibat terkena tembakan. Ju-88 yang lain kemudian tampak jatuh setelah tertembak oleh gunner di lambung dan hidung Sunderland. Ju-88 yang ketiga menyerang dari belakang, juga tertembak dan mundur.
Saat ini, satu crew Sunderland dalam kondisi sekarat, perangkat radio hancur, serta sebagian besar crew terluka. Lima Ju-88 yang tersisa melanjutkan serangan. Satu tampak terbakar mesinnya, serta dua lagi mengalami kerusakan. Dua Ju-88 lainnya mundur.


Akibat kerusakan mesin, crew Sunderland membuang semua peralatan dan benda yang tak terpakai, agar pesawat lebih ringan. Pesawat tersebut kembali ke Inggris dan terdampar di tepi pantai Praa Sands, Cornwall. Mereka kemudian dirawat oleh penduduk setempat.

Baca Juga:  Parthian Shot, Teknik Memanah Sambil Berkuda Persia Kuno

Pilot Colin Walker mendapat medali DSO, begitu juga beberapa crew lainnya.


Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan