Battle of Yultong, 400 Tentara Filipina Melawan 40.000 Pasukan China

Selain Thailand, Filipina merupakan negara di Asean yang berpartisipasi dalam Korean War 1950-53, negara tersebut tercatat mengirim 1.500 pasukan Filipina dan jumlah itu lebih banyak ketimbang Thailand yang hanya 1.200~ pasukan.

Battle of Yultong terjadi pada 22 April (Malam) hingga 23 April (Pagi) tahun 1951 di daerah Yultong yang saat modern ini terletak di Utara kota Yeoncheon Korea Selatan.

Dalam bagian First Chinese Spring Offensive, 44th PVA (People’s Volunteer Army) Division PRC menyerang posisi Resimen Infantri 65 Amerika Serikat pada malam hari, 22 April 1951.

Kebetulan saat itu 10th Battalion Combat Team (10th BCT) Filipina di komandoi Dionisio S. Ojeda yang kebetulan merupakan bagian dari Resimen Infantri 65 Amerika Serikat, akibatnya 10th BCT Filipina terdesak hingga daerah Yultong, tercatat pasukan Filipina hanya berjumlah 200 orang saat itu dan melawan serbuan 40.000 PVA 44th Division.


Akibat terkepung, 10th BCT Filipina terputus komunikasi dari dunia luar termasuk dengan pasukan induknya yaitu Resimen Infantri 65 Amerika Serikat. Pasukan 10th BCT Filipina terus bertahan di posisinya hingga pagi hari tanggal 23 April 1951 ketika U.S 3rd Infantry Division datang membantu pasukan Filipina yang terkepung.


Total 12 prajurit Filipina saja yang tewas dan 38 terluka, sedangkan pasukan PRC tercatat 500 orang tewas dalam pertempuran tersebut dan 2 tentara ditawan.

Baca Juga:  Doktrin Kapal Selam Jepang Selama Perang Dunia II

1 Komentar

Tinggalkan Balasan