Begini Prosedur Perawatan Pesawat Tempur Untuk Tetap Layak Terbang

Seperti halnya kendaraan bermesin lainya, pesawat tempur juga punya jadwal perawatan rutin yang harus dipatuhi untuk terbang. Sebenarnya dalam hal usia, mau tua atau muda asalkan rajin dirawat dan spare part tersedia, pesawat tempur tetap siap terbang.

Prosedur baku perawatan pesawat terbang sebagaimana dinyatakan dalam manual perawatan Angkatan Udara Amerika Serikat yang diadopsi banyak negara menyatakan,

Ada empat tahapan pengecekan dalam perawatan pesawat terbang jika merunut “manual book” kedirgantaraan Amerika, yaitu:

1. A Check
Servis pertama ini dilakukan jika pesawat terbang telah menempuh 250 jam terbang atau 200-300 lepas landas. Lama pengerjaan bisa sampai 50 jam. Tergantung pada tipe, misi, dan varian pesawat terbangnya, hitungan ini mengacu pada jam terbang terakhir saat dia mendapat perawatan terakhir.

2. B Check
Dilakukan setiap enam bulan sekali dengan lama pengerjaan bisa sampai 120-150 jam kerja. B Check dan A Check biasanya dikerjakan bareng.

3. C Check
Dilakukan setiap 20 hingga 24 bulan, sesuai dengan anjuran produsen.

C Check ini lebih detail dan lengkap ketimbang A dan B Check, meliputi semua sistem yang ada dalam pesawat terbang itu.

Selama proses, pesawat terbang tidak boleh mengudara, lama pengerjaan bisa sampai 6.000 jam dan setelah semuanya selesai, semua sistem harus diuji lagi secara lebih menyeluruh dan detil.

4. D Check
Disebut jiga Overhaul atai perawatan berat. Dilakukan tiap enam tahun walau bisa juga lebih cepat terhantung jam terbang juga.

Baca Juga:  Indonesia Nunggak Iuran Pesawat KFX/IFX Senilai 6 Trilyun Rupiah

Tahap D Check ini sangat kompleks, mirip dengan membongkar habis pesawat terbang dan membangun kembali pesawat terbang itu, sehingga bisa menghabiskan sampai 50.000 jam kerja tim teknisi dan inspeksi, atau sekitar dua bulan atau malah lebih.

Tahap D Check ini sangat mahal namun harus dilakukan agar pesawat terbang itu tetap mempertahankan sertifikasi laik udaranya dari badan yang berwenang.

Untuk TNI AU, sertifikasi laik terbang yang dikeluarkan oleh Dinas Keselamatan Penerbangan dan Dinas Material dibawah supervisi asisten operasi dan asisten logistik kepala staf TNI AU.