Belgia Embargo Arab Saudi Karena Perang Yaman Yang Tak Berkesudahan

Belgia selaku negara pembuat senjata senapan merek FN Herstal menjatuhkan embargo terhadap Arab Saudi. Embargo ini awalnya dilakukan oleh Pemerintah Negara bagian Wallonia temapt pabrik FN Herstal berada yang mencabut izin ekspor senjata ke Arab Saudi termasuk untuk Angkatan Udara Saudi, Saudi Royal Guard dan Saudi National Guard.

Larangan ekspor senjata tersebut berdasarkan pada laporan luas bahwa senjata buatan Belgia dalam hal ini adalah FN Herstal digunakan dalam perang di Yaman melawan kelompok Houthi yang berlangsung sangat brutal.

Dikutip dari Brussel Times, Keputusan untuk mengembargo Arab Saudi itu kemudian diamini oleh Pemerintah Kerajaan Belgia sendiri.

Gubernur Negara Bagian Wallonia, Elio Di Rupo, mengatakan “Senjata-senjata ini diperuntukkan hanya untuk melindungi anggota keluarga kerajaan dan situs-situs keagamaan terkenal, atau untuk perlindungan negara di bagian dalam perbatasan nasional, senjata ini tidak dimaksudkan untuk menginvasi negara lain”

Namun pernyataan Elio Di Rupo tersebut dibantah oleh Phillipe Hensmans Direktur Amnesty Internasional

Direktur Amnesty Internasional, Phillipe Hensmans menyebut keputusan itu agak terlambat karena selama ini Wallonia sudah jadi oemasok senjata terbesar ke Arab Saudi.

“Dari data kami Ekspor senjata Wallonia ke Arab Saudi pada tahun 2018 meningkat sebesar 70 juta Euro, tahun 2017 penjualan naik 153 Juta euro dan tahun 2018 menjadi 223 juta euro hal ini menjadikan Arab Saudi sebagai Kustomer terbesar FN,” katanya.

Baca Juga:  197 Tentara Libya Tewas Karena Ranjau Darat

Sebagai informasi Negara bagian Wallonian adalah negara bagian terakhir yang menjatuhkan sanksi kepada Arab Saudi sedangkan negara bagian Flanders sudah terlebih dahulu menghentikan semua pasokan senjata ke Arab Saudi.Ini berarti semua negara Bagian di Belgia sudah resmi mengembargo Arab Saudi.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan