Belum Tepati Janji, Jokowi Pangkas Anggaran TNI 99Trilliun dalam APBNP 2016

Kementerian Pertahanan termasuk salah satu lembaga yang anggarannya dipotong pada rancangan APBN-P 2016. Usai rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR RI, Jumat (10/6), Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Laksamana Madya TNI Widodo menyebutkan, pemotongan anggaran sebesar 2,8 persen (sekitar 7,9Trilliun) dari pagu anggaran Kemhan/TNI untuk tahun anggaran 2016 sebesar 107Trilliun, menjadi sisa Rp99,1 triliun.

Kemenhan sebenarnya malah mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp26 triliun dalam pembahasan APBN-P. Kebutuhan ini akan segera diajukan ke Badan Anggaran walau kemungkinanya sangat kecil karena postur APBN mengalami defisit yang cukup parah. Penambahan anggaran itu, kata Widodo, seluruhnya untuk mendanai alat utama sistem persenjataan (alutsista) serta sarana dan prasarana kementeriannya.

Sementara itu, Jokowi sebelumnya menjanjikan peningkatan alokasi anggaran untuk TNI, mencapai Rp250 triliun atau 1,5 persen dari produk domestik bruto. Hal itu disampaikannya Februari silam, usai rapat kerja dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Namun, janji itu baru dapat terwujud jika pertumbuhan ekonomi mencapai lebih dari enam persen. Menurutnya saat itu, TNI harus membuat perencanaan penggunaan anggaran yang detail dan matang sebagai modal awal pembangunan strategi kekuatan nasional. Ini artinya, besar kemungkinan rencana MEF 2 TNI (MEF: Minimum Esential Force) bakal berantakan tak sesuai rencana jangka panjang yg digariskan semasa Presiden SBY.

Baca Juga:  Final Pengadaan Sukhoi Su-35, Indonesia Sukses Dorong Rusia untuk Imbal Beli Hingga 50%

1 Komentar

  1. Saya sangat berharap kepada pemerintah agar anggaran kusus untuk TNI tidak dipotong walaupun dari segi Ekonomi saat ini melemah… dan saya sangat berharapa Era pemerintahan Presiden Jokowi dapat meneruskan Agenda pemerintahan yang sebelumnya untuk TNI ( MEF 2 TNI ). Kalo Bisa Anggaran TNI harus ditambah…

Tinggalkan Balasan