Bentrokan Hebat Polisi dan Tentara di Filipina, 6 Polisi Tewas

Polisi dan militer Filipina secara tak sengaja terlibat dalam baku tembak sengit. Akibatnya, enam polisi Filipina tewas dan sembilan lainnya luka-luka dalam insiden tragis di provinsi Samar tersebut.

Saat kejadian pada Senin (25/6) waktu setempat tersebut, para polisi Filipina tengah melakukan operasi patroli di daerah-daerah pedalaman di kota Villareal. Ketika itu, tiba-tiba saja mereka ditembaki oleh pasukan militer dari Batalyon Infanteri ke-87 Angkatan Darat Filipina.

“Militer tengah melakukan operasi di daerah pedalaman dikarenakan adanya laporan keberadaan orang-orang bersenjata — NPA,” ujar Mariel Magaway, kepala kepolisian wilayah setempat seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (26/6/2018).

NPA merupakan kelompok gerilyawan komunis New People’s Army.


Menurut Magaway, unit kepolisian lokal tersebut juga tengah melakukan operasi di wilayah yang sama. Kedua pihak sama-sama kaget akan kemunculan masing-masing dan baku tembak pun tak terhindarkan.

Komandan Divisi Infanteri ke-8 Angkatan Darat Filipina, Mayor Jenderal Raul Farnacio mengkonfirmasi tak ada korban jiwa di pihak militer. Dikatakannya, penyelidikan gabungan, menyeluruh dan berimbang antara kepolisian dan militer tengah dilakukan untuk menyelidiki insiden mematikan itu.

“Ketika Anda berada di daerah yang sangat penuh dengan tumbuhan, sulit untuk membedakan siapa yang Anda hadapi,” tutur Farnacio.

“Pihak satunya juga balas menembak. Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan bagaimana dua kelompok ini saling berdekatan,” imbuh Farnacio.

Baca Juga:  Lettu Abdi: Bertahan 75 Jam Tanpa Makan dan Minum di Tengah Hutan

Pemerintah Filipina telah memerangi kelompok separatis NPA sejak Maret 1969 lalu. Pemberontakan NPA merupakan salah satu pemberontakan terlama di Asia.

Sumber: detik.com

Tinggalkan Balasan