Berikut Ini Keunggulan Kapal Selam Terbaru, KRI Ardadeli 404

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) baru saja mendapatkan tambahan kapal selam baru. Kapal selam yang dipesan di Daewoo Shipbulding and Marine Engineering Co, Ltd (DSME), Okpo, Korea Selatan (Korsel) itu diberi nama KRI Ardadedali 404.

Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Totok Sugiharto menjelaskan‎ nama Ardadedali diambil dari salah satu nama senjata panah yang dimiliki tokoh dalam dunia pewayangan Arjuna. Raden Arjuna sendiri dikenal sebagai salah satu anggota keluarga Pandawa yang menawan parasnya dan lemah lembut budinya.

“Anak panah Ardadedali merupakan senjata yang dahsyat yang dapat melumpuhkan musuhnya di medan pertempuran besar,” kata Totok dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (30/4).


Ia menjelaskan kapal selam tersebut merupakan kapal dengan sistem tempur terbaru, sistem operasi yang ditingkatkan, tiang penetrasi tanpa lambung, dan akomodasi yang nyaman. Kapal tersebut dilengkapi dengan peluncur torpedo yang mampu melepaskan torpedo 533 mm. Kapal itu juga mampu melepaskan peluru kendali antikapal permukaan yang merupakan modernisasi armada kapal selam TNI AL.


“Kapal ini memiliki bobot 1.400 ton. Panjang 61,3 meter dan lebar 7,6 meter. Kecepatan 21 knot di bawah air dan mampu menampung 41 orang,” tutur Totok.

Menurutnya, KRI Ardadedali ini akan ditempatkan di pangkalan Komando Armada RI kawasan Timur (Koarmatim) di Surabaya. Tugasnya untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan negara, melindungi kehormatan, dan keselamatan bangsa serta menegakkan hukum di perairan Indonesia.

Baca Juga:  PTDI Siap Produksi 24 Pesawat N219 Tiap Tahun

Dia menambahkan kehadiran KRI Ardadedali 404 akan menambah kekuatan TNI Angkatan Laut dan memberikan efek gentar yang tinggi dalam sistem pertahanan kawasan. Kehadiran KRI Ardadedali juga menjadi momentum kebangkitan pertahanan nasional.

“Ini untuk meningkatkan kemampuan dan kekuatan pertahanan negara di laut menuju minimum essential force. Prinsipnya tidak akan pernah terjadi sebuah pertahanan negara yang kuat tanpa ditopang oleh alutsista yang kuat pula,” tutup Totok seperti diliris beritasatu.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan