Berikut Keterangan Resmi Pentagon Soal Serangan ke Suriah

Kurang dari 12 jam sejak Amerika Serikat, bersama dengan sekutu Perancis dan Inggris, meluncurkan serangkaian serangan besar terhadap situs-situs yang berhubungan dengan gudang senjata kimia pemerintah Suriah, Pentagon merilis briefing secara komprehensif.

Berikut adalah detail utama dari briefing tersebut:

– Kepala juru bicara Pentagon Dana White bersikeras bahwa “operasi ini tidak mewakili perubahan dalam kebijakan AS” dan bukan merupakan upaya untuk menggeser Assad atau terlibat dalam Perang Saudara Suriah.

– Bahwa ini adalah tanggapan terhadap “taktik ilegal” rezim Assad dalam terus menggunakan senjata kimia dan mencerminkan keharusan moral untuk campur tangan.

– Letnan Jenderal Korps Marinir AS Kenneth McKenzie, Direktur Staf Gabungan, mengatakan pihak Suriah tidak berhasil mencegah serangan dalam operasi tersebut dan semua rudal mencapai sasaran mereka.

– McKenzie mengatakan tidak ada indikasi tanggapan militer dari “aktor-aktor” di Suriah, tetapi pasukan Amerika di negara itu tetap siap membela diri.

– Dia menggambarkan misi, yang dikoordinasikan sehingga total 105 senjata standoff semuanya mencapai sasaran mereka sekitar pukul 4 pagi waktu setempat di Suriah, sebagai “tepat, luar biasa, efektif.”

– Operasi “secara signifikan melumpuhkan” kemampuan senjata kimia Syria dan meskipun ada laporan tentang evakuasi beberapa peralatan produksi dan perlengkapan lainnya, beberapa perlengkapan terlalu besar untuk dipindahkan ke lokasi lain yang aman.

– 76 rudal menghantam Barzeh Research Centre di Damaskus, termasuk 57 Tomahawk Land Attack Cruise Missiles (TLAM) dan 19 Joint Air-to-Surface Standoff Missile-Extended Range (JASSM-ER) yang diluncurkan dari udara.

– 22 rudal mengenai fasilitas penyimpanan senjata kimia di barat Homs, termasuk sembilan TLAM – semua dari kapal perang AS – delapan rudal jelajah luncur udara Storm Shadow dari pesawat Inggris, tiga rudal jelajah Missile de Croisière (MdCN) dari frigat Prancis, dan dua Rudal jelajah udara SCALP diluncurkan dari pesawat Prancis.

Baca Juga:  Rusia: Separatis Suriah Melarikan Diri Tinggalkan 40 Ton Bahan Senjata Kimia

– Tujuh rudal SCALP Prancis mengenai kompleks bunker di dekat sasaran kedua.

– Aset laut yang terlibat termasuk diantaranya kapal selam kelas Virginia Angkatan Laut AS USS John Warner, kapal penjelajah kelas Ticonderoga USS Monterey, dan kapal destroyer kelas Arleigh Burke USS Higgins and Laboon.

– Laboon dan Monterey menyerang sasaran dari Laut Merah, Higgins menembakkan rudal dari Teluk Arab Utara, dan John Warner berada di Laut Mediterania.

– Secara total, Monterey meluncurkan 30 TLAM, Higgins meluncurkan 23, Laboon meluncurkan tujuh, dan John Warner meluncurkan enam rudal TLAM.

– Frigat kelas Aquitaine Prancis Languedoc juga mengambil bagian dalam operasi dari Mediterania.

– Aset udara dioperasikan dari pangkalan di wilayah sekitar termasuk pembom Angkatan Udara AS B-1B, yang menembakkan 19 rudal JASSM-ER, dikawal oleh jet tempur Angkatan Udara AS.

– Pesawat jet tempur Inggris Tornado GR4 dan jet tempur multi-peran Prancis Rafale dan Mirage 2000 juga ambil bagian. Inggris dan Perancis juga mengirimkan jet tempur pengawal yang tidak disebutkan.


– Pesawat tempur AS masih melakukan defensive counter air pada saat briefing.

– Letnan Jenderal McKenzie mengatakan pihak Suriah berusaha menembak jatuh rudal-rudal sekutu dengan 40 rudal permukaan-ke-udara menggunakan “lintasan balistik” dan “tanpa guidance (pemandu)”.

– Dia menambahkan bahwa rudal-rudal pertahanan udara itu “jatuh ke suatu tempat” dan menimbulkan bahaya bagi warga setempat.

– McKenzie mengatakan rusaknya fasilitas-fasilitas tersebut akan menjadi signifikan bagi Assad, tetapi menolak untuk menawarkan deskripsi yang lebih rinci tentang status sisa kemampuan kimia pemerintah Suriah.

– Ia mengakui bahwa masih ada kemungkinan serangan senjata kimia pemerintah Suriah di masa depan dan bahwa ada situs-situs terkait senjata kimia tambahan yang tidak diserang oleh AS dan mitranya.

Baca Juga:  Menlu Retno Marsudi Tawarkan Sentul Jadi Pusat Pelatihan Misi PBB

– Jenderal tersebut menolak untuk menguraikan tentang alternatif lain yang diberikan militer AS kepada pemerintahan Trump, yang akhirnya memutuskan untuk melaksanakan paket serangan ini.

– Dana White menekankan bahwa operasi itu berbeda dari serangan ke Pangkalan Udara Shayrat Suriah dan serangan tersebut berfokus pada melemahkan kemampuan produksi senjata kimia daripada untuk menghancurkan platform pembawanya.

– Dana White menolak untuk menguraikan bukti apa yang dimiliki Amerika Serikat bahwa pemerintah Suriah telah melakukan serangan senjata kimia di Douma dan senjata kimia apa yang digunakan dan mengatakan pemerintah AS masih menilai situasinya.

– Dia mengatakan pemerintah AS tetap meyakini bahwa telah terjadi serangan senjata kimia dan pemerintah Suriah bertanggung jawab.

– McKenzie mengatakan bahwa militer AS melakukan proses penargetan terperinci, untuk mengurangi kemungkinan pelepasan senjata kimia dari serangan di salah satu dari tiga situs tersebut.

– Dia tidak akan mengatakan jika militer AS telah melakukan pengambilan sampel udara pasca-serangan tersebut, hanya melakukan penilaian pasca serangan.

– Garis dekonfliksi dengan Rusia tetap aktif, tetapi McKenzie tidak mengatakan jika ada diskusi melalui saluran komunikasi tersebut mengenai serangan secara khusus.


– Dana White menyatakan bahwa Assad, serta Rusia dan Iran bertanggung jawab, ketika ditanya apakah Amerika Serikat akan merasa harus bertindak lagi sebagai tanggapan terhadap serangan senjata kimia lainnya.

– Dia mengatakan rencana perdamaian Sochi yang disponsori Rusia “telah gagal” dan bahwa Amerika Serikat tetap berkomitmen pada proses perdamaian Jenewa yang didukung PBB untuk mengakhiri perang sipil negara itu.

– Pemerintah AS juga mencatat bahwa telah terjadi penyimpangan dalam disinformasi yang didukung oleh Rusia mengenai situasi di Suriah setelah serangan.

Video : www.youtube.com/watch?v=aA1Aa_5ypvo

Sumber : thedrive.com/TSM by Angga Saja

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan