Berkunjung ke China, Prabowo Nego Transfer Teknologi Rudal C-705

Sejak dilantik pada bulan Oktober lalu Menhan Prabowo Subianto langsung bergerak cepat untuk melakukan modernisasi Angkatan Bersenjata Indonesia, salah satu langkah untuk modernisasi adalah pembelian alutsista dari negara sahabat yaitu China.

Diberitakan oleh Tempo (16/12/2019) Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mulai melakukan kunjungan kerja ke China selama 3 hari mulai pada 15 Desember 2019. Selama di China Menhan Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu dengan Menhan China Jenderal Wei Fenghe dan wakil ketua komisi militer China Jenderal Xu Qilliang.

Selain itu Menhan Prabowo dijadwalkan untuk berkunjung ke State Administration For Science Technology For National Defence (SASTIND) yang membawahi semua industri strategis dan pertahanan. Apa yang membuat Menhan Prabowo berkunjung ke SASTIND? Sebelumnya Indonesia-China pada tahun 2016 lalu sepakat untuk melakukan transfer of technology (TOT) rudal anti kapal C 705, besar kemungkinan Menhan Prabowo melakukan negosiasi untuk TOT rudal tersebut diatas.

Hal tersebut dikuatkan oleh Staf Khusus Menhan bidang komunikasi Dahnil Anzar Simanjuntak yang dilansir oleh CNN (16/12/2019) “kunjungan Menhan Prabowo Ke Tiongkok selain untuk memperkuat kerjasama yang sudah terbangun juga untuk memperkuat industri pertahanan dalam negeri “

Sebagai informasi rudal C 705 adalah rudal anti kapal buatan China Aerospace Science And Industry Corporation (CASIC). C 705 mempunyai jangkauan tembak antara 75-80 km tanpa roket booster sedangkan apabila ditambahkan roket booster jarak tembak terdongkrak menjadi 170 km.

Baca Juga:  Turki Borong 36 Unit Su-35 Buat Gantikan 100 Unit F-35 Yang Gak Jadi Dikirim Amerika

Namun kiprah C 705 sempat mendapat kritikan karena pada ujij tembak tahun 2016 lalu rudal ini sempat delay selama 5 menit dari KRI Clurit dan akhirnya tidak mengenai sasaran. Namun seolah untuk menghapus kesan buruk pada rudal C 705, rudal tersebut diuji coba lagi pada tahun 2017 dan berhasil mengenai sasaran KRI Karimata.

Sumber: World Defense Zone, CNN Indonesia

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan