Berpaling dari Amerika, Filipina Akan Borong Senjata Ringan Dari Rusia

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte terus membawa negaranya menjauh dari Amerika Serikat. Setelah memborong senjata dari China, kali ini Filipina ingin membeli senjata dari Rusia. Selain perang melawan Narkotika, Duterte juga menyebut bahwa kebijakan politik yang terlalu erat dengan AS juga akan merugikan negaranya.

 

Wakil Menteri Pertahanan Filipina Raymundo D.V. Elefante telah mengkonfirmasi rencana pembelian ini, sebagai langkah lanjutan, tahun ini pihaknya akan berkunjung ke Moskow untuk meng-dealkan senjata apa yang akan diborong. Kedua pihak akan mendiskusikan rencana ini secara lebih rinci di Moskow.

“Di Moskow, kami akan mendiskusikan secara lebih rinci mengenai senjata ringan apa yang akan kami beli sebelum akhir tahun ini. Kami telah memiliki anggaran untuk itu,” ujar Elefante seperti dilansir SputnikNews.com di sela-sela pameran Army 2017, seraya menambahkan bahwa perwakilan negaranya akan mengadakan sejumlah pertemuan dengan pemerintah Rusia.


Pada kunjungan ke Rusia bulan Mei lalu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengungkapkan keinginannya kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membeli sejumlah senjata, seperti helikopter, pesawat, dan precision-guided weapons dari Rusia untuk melawan para pemberontak di Filipina.


Duta besar Filipina untuk Rusia juga mengatakan bahwa pihaknya akan menandatangani sejumlah kontrak pembelian senjata dari Rusia sebelum akhir tahun ini.

Hingga saat ini, belum ada perjanjian kerja sama militer antara Filipina dan Rusia karena Manila selalu membeli senjata dari AS. Namun begitu, Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan bahwa pembelian senjata dari AS menyebabkan masalah karena mereka memberikan sejumlah syarat terhadap Manila.

Baca Juga:  Yordania Cuci Gudang Senjata, Banyak Alutsista Baru Beli Dijual

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan