BMP-3 Tank Amfibi Sakti Yang Ditakuti Dunia

Boevaya Mashina Pehoty (BMP)-3 adalah tank dengan kemampuan berjalan di darat dan air, amfibi. Teknologi tank ini termasuk golongan generasi ketiga yang digunakan oleh infanteri amfibi Uni Soviet.

BMP-3 kali pertama dikenalkan pada 1 May 1990 di parade May Day. NATO memberinya sandi kode IFV M1990/1. Tank tersebut memiliki banyak kelebihan, mulai dari persenjatan canggih serta perlengkapan lainnya.

Reputasinya sebagai Tank Amfibi gak diragukan lagi. Setelah era runtuhnya Uni Soviet. Beberapa negara pecahanya memproduksi sendiri tank ini, salah satunya Ukrainia.

Indonesia mulai membeli tank generasi terbarunya pada tahun 2010 dengan jumlah pembelian mencapai 55 unit yang digunakan oleh Korps Marinir TNI AL.
TNI AL sendiri memang sudah akrab dengan sistem kendaraan tempur produk blok Timur sejak zaman Presiden Soekarno.

BMP-3F memiliki keunggulan tersendiri
dibanding generasi sebelumnya, yakni
kemampuan amfibinya yang dapat bertahan cukup lama di laut. Sehingga,
peruntukannyapun ditugaskan melakukan
penjagaan dan penyerangan di kawasan-
kawasan rawan konflik wilayah Indonesia.

Dengan kemampuan melakukan penyerangan di darat maupun di lautan. Tidak dipungkiri lagi, semua medan pertempuran dapat dilaluinya tanpa ragu ada kerusakan. Karena kehebatannya amfibinya, tank itu mampu
menahan ombak tanpa membuat
kendaraannya bergerak. Jika menjalankan operasi, BMP-3F dapat bertahan hingga 7 jam tanpa mengalami gangguan sistem.


Untuk persenjataannya, tank ini memiliki peluru kendali dan nonkendali. Dengan dua jenis itu, maka dipasanglah meriam canon otomatis dengan kaliber 30 mm, peluncur
roket berkaliber 100 mm dan mitraliur kaliber 7,62 mm. Sehingga dengan kolaborasi tersebut, membuat kemampuan BMP-3F menjadi maksimal.

Baca Juga:  Prajurit TNI Beri Pelatihan Komputer Siswa di Perbatasan RI - Papua Nugini

Semua persenjataan dapat dilepaskan secara terpisah atau bersamaan. Namun demikian, operator harus terlebih dulu melakukan koordinasi dan analisis, sehingga sasaran yang dituju dapat dihancurkan dengan maksimal.

Selain Indonesia beberapa negara lainnya yang mengoperasikan Tank ini diantaranya Korea Selatan, Ukrania, Siprus, Kuwait, Uni Emirate Arab, dan Sri Lanka.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan