Boeing akan Membuka Bengkel Perawatan Pesawat di Indonesia

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyampaikan bahwa perusahaan produsen pesawat raksasa dunia, yakni Boeing berminat membuka bengkel perawatan pesawat di Indonesia, atau maintenance, repair, and overhaul (MRO) di Indonesia.

Hal tersebut merupakan salah satu poin yang disampaikan oleh Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Wilbur Ross ketika mengunjungi Indonesia pada 6 November 2019 lalu.

“Dalam rangka kunjungan Secretary Ross ke Indonesia, dalam pertemuan governance to business, beliau juga menyampaikan keinginan adanya kerja sama (dari Boeing), yaitu khususnya dalam industri MRO atau industri reparasi pesawat udara,” ungkap Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kemendag, Kasan Muhri di kantornya, Jakarta, Senin (25/11/2019).

Kasan menuturkan, kerja sama yang diajukan Boeing tersebut merupakan salah satu pendongkrak dalam merealisasikan nilai perdagangan Indonesia-A. Nilainya dapat mencapai US$ 60 miliar atau sekitar Rp 840 triliun (kurs Rp 14.000) sampai 5 tahun mendatang.

“Ini suatu potensi yang menjadi bagian dari road map kita mencapai US$ 60 miliar dalam waktu 5 tahun mendatang,” papar Kasan.

Meski bengkel pesawat masuk dalam sektor jasa, namun dalam pelayanannya Boeing akan melakukan impor berbagai produk suku cadang pesawat.

“Meskipun ini kategorinya masuk dalam industri jasa, tapi mana kala komponennya diimpor, pasti transaksinya akan dicatat sebagai transaksi impor barang. Karena kita tahu MRO ini ada services-nya, tapi ada juga goods-nya. Jadi dua-duanya dapat,” terang dia.

Baca Juga:  Pesawat Tilt-rotor V-22 Osprey Amerika Celaka di Suriah

Kasan membeberkan, dalam mempermudah Boeing membuka bengkel pesawat di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan tarif bea masuk 0% untuk impor 27 produk suku cadang pesawat.

“Kita sudah keluarkan paket regulasi yang kaitannya dengan komponen-komponen untuk MRO ini tarif bea masuknya diberikan 0%. Ada 27 cost tarif yang terkait dengan industri MRO, itu dalam paket kebijakan ekonomi sudah diselesaikan,” tandas dia.

Sumber : detik.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan