Boeing Ikuti Pengadaan Jet Tempur Kanada

Raksasa kedirgantaraan Amerika Serikat, Boeing, telah disetujui untuk berpartisipasi dalam pengadaan untuk mengganti armada F-18 Kanada yang telah menua, meskipun sebelumnya terjadi perselisihan perdagangan antara produsen pesawat terbang Amerika tersebut dan pihak Ottawa.

Seorang pejabat senior Kanada mengatakan pada hari Kamis (22/02) bahwa Boeing memiliki kesempatan yang sama dengan penawar lain dalam sebuah lelang pengadaan untuk memasok Kanada dengan 88 jet tempur baru, dan mengabaikan perselisihan yang sebelumnya terjadi.

Pengumuman tersebut diumumkan satu bulan setelah Komisi Perdagangan Internasional AS menolak sebuah pengaduan yang diajukan oleh Boeing terhadap pesaingnya Bombardier dari Kanada, menuntut hampir 300 persen bea anti-dumping pada pesawat penumpang Bombardier C Series. Ketika itu Boeing menuduh Bombardier menjual pesawat tersebut dengan harga yang rendah dan tidak masuk akal di pasaran AS

Boeing, pembuat F-18 Super Hornet, adalah satu dari lima produsen pesawat yang diundang untuk mengajukan proposal pada musim semi 2019 untuk pesanan 88 jet tempur canggih, yang akan diserahkan pada tahun 2025, menurut sebuah pernyataan pemerintah Kanada.

Pabrikan lain yang mengikuti pengadaan tersebut adalah Lockheed Martin yang juga dari AS (F-35), Dassault dari Prancis (Rafale) , Airbus Group (Eurofighter Typhoon), dan Saab Swedia (Gripen).

Kanada akan merilis spesifikasi yang rinci untuk jet tempur tersebut pada tahun depan. Pihak pejabat Kanada mengatakan kesepakatan tersebut akan bernilai antara C $ 15 miliar ($ 11,80 miliar) dan C $ 19 miliar.

Baca Juga:  Pesawat Suriah Jatuh di Turki, Pilotnya Mengaku Ditembak

Sumber : defenseworld.net/TSM
Foto : Steve Tang (airliners.net)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan