Bombardier Tunda Pengiriman Mesin Drone Ke Turki

Perusahaan pesawat terbang asal Kanada, Bombardier Recreational Products (BRP) menunda dan menangguhkan pengiriman mesin Drone ke Turki, setelah menuduh negara itu menggunakan Drone Tempur dengan tujuan tidak jelas di perang Azerbaijan vs Armenia.

Perusahaan yang berpusat di Quebec – yang lebih dikenal dengan mobil salju Ski-Doo dan Lynx – mengatakan akhir pekan lalu mengetahui bahwa beberapa mesin pesawat rekreasi yang diproduksi oleh anak perusahaannya di Austria, Rotax, digunakan pada wahana udara tak berawak (UAV) Bayraktar TB2 Turki.

“Kami baru-baru ini diberi tahu bahwa beberapa mesin Rotax saat ini digunakan dalam UAV militer, dan telah memulai penyelidikan menyeluruh mengenai hal ini dengan segera,” kata Martin Langelier, vice president senior BRP dan juru bicara perusahaan tersebut, kepada Radio Canada International dalam pernyataan email.

“Sementara itu, kami menangguhkan pengiriman mesin pesawat di negara-negara dengan penggunaan yang tidak jelas.”

Langelier mengatakan bahwa semua mesin pesawat Rotax dirancang dan diproduksi di Austria secara eksklusif untuk keperluan sipil dan disertifikasi untuk penggunaan sipil saja.

Kanada sendiri menangguhkan sebagian besar ekspor teknologi pertahanan ke Turki pada Oktober 2019 setelah invasi Turki ke Suriah barat laut.

Sumber: cbc.c/FP TSM by Angga Saja

Baca Juga:  China Intai Latihan Perang Amerika Serikat dan Australia

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan