Bomber Tu-160 Rusia Kembali Provokasi Inggris

Rute pulang pergi pesawat tempur Rusia memang mepet dengan garis patroli keamanan udara kerajaan Inggris. Tapi Rusia sepertinya selalu sengaja memancing perhatian Inggris dengan malah mengitarinya bukan melintasi menjauh.
Kali ini giliran pesawat kelas bomber Rusia Tu-160. Yang tertangkap radar AU Inggris tengah mengitari garis pertahanan udaranya. Negara mana coba yang tenang saat pesawat bomber supersonik yang bisa membawa nuklir tiba-tiba terbang di luar jalurnya dan malah mendekati garis keamanan negara.

Makanya AU Inggris langsung mengirim 2 unit jet tempur Typhoon GR4 dari detasemen QRA (Quick Reaction Alert) untuk melakukan intersep pada tingkah polah dua bomber Tu-160. 

Untuk mendukung aksi keduanya, pesawat tangker Airbus A330MRTT Voyager juga diterbangkan. Ini perintah agar dua Typhoon tidak mendarat sebelum dua Tu-160 benar-benar telah keluar dari wilayah udara Inggris dan NATO.

Coba deh lihat rute terbang berikut ini:

Rute normalnya garis biru, namun Tu-160 terbang di garis merah melintasi Inggris.

Seperti dilansir dari Dailymail dan Mirror (15/1), publik Inggris tentu saja dibuat heboh ketika sejumlah suratkabar menurunkan berita bahwa skadron Eurofighter Typhoon dari pangkalan Lossiemouth diperintahkan untuk scramble pada pukul 09.30 pagi waktu setempat.


Sasaran mereka tidak tanggung-tanggung, tidak satu tetapi dua pesawat pembom supersonik Tu-160 Blackjack yang merupakan tulang punggung pembom strategis Rusia. Kedua Tu-160 itu seolah tidak tahu kalau mereka terbang ke arah Inggris, sampai dua Typhoon GR4 tersebut berhasil bertemu dengan Tu-160 pada jarak 30 mil laut dari wilayah udara berdaulat Inggris, atau 40 mil laut dari daratan Inggris.

Baca Juga:  Berikut Data Kekuatan Militer Myanmar

Tu-160 itu sebelumnya sudah terbang melintasi wilayah Norwegia, Denmark, dan kemudian Belanda sebelum kemudian dicegat oleh Typhoon GR4 di atas Laut Utara. Negara-negara NATO yang dilewati oleh Tu-160 tersebut juga mengirimkan jet tempurnya untuk mengawal Tu-160. Pencegatan terakhir dilakukan oleh dua F-16 AU Belgia sebelum diserahkan kepada dua Typhoon GR4 dari Inggris.
Pesawat pembom Rusia itu tidak menyalakan transpondernya sehingga menjadi resiko bagi penerbangan sipil, dan Typhoon GR4 juga bertugas untuk mengawal Tu-160 itu agar tidak masuk rute penerbangan sipil. RAF menekankan bahwa tidak sekalipun Tu-160 itu bisa memasuki wilayah Inggris sebelum dikawal pergi ke arah Utara. Kunjungan Tu-160 ke Inggris dan wilayah NATO ini bukanlah yang kali pertama dan jadi semacam ujian rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya. (Aryo Nugroho/UC News)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan