Bukti Kebohongan Rusia Soal Adanya Serangan Pangkalan Militernya di Khmeimim Suriah

Peristiwa penyerangan pangkalan udara Rusia-Suriah di Khmeimim dibantah secara resmi oleh Suriah. Namun sekarang, muncul foto-foto tentang kondisi Pangkalan Udara Khmeimim soal dan berbagai pesawatnya yang hancur dihujani mortir.
Foto-foto tersebut dikirimkan oleh Roman Saponkov, seorang jurnalis perang di Suriah dan diupload di VK atau VKontakte, media sosial yang populer di Rusia.

Dalam foto tersebut menunjukkan foto pesawat tempur Su-24 Fencer yang mengalami kerusakan. Tidak sampai meledak sih, Su-24 tersebut mengalami kerusakan struktural parah pada sirip ekor, dan mengalami kebocoran bahan bakar atau cairan hidrolik akibat pecahan (shrapnel) menembus tubuh pesawat.

Su-24 memang diberitakan menjadi salah satu korban dari tujuh pesawat yang diberitakan oleh media Rusia Kommersant mengalami kehancuran akibat serangan militan pada 31 Desember 2017. Namun jika melihat kerusakannya, Su-24 ini masih bisa diperbaiki selama suku cadangnya tersedia.
Su-24 dengan nomor ekor (Bort) putih 29 tersebut diyakini sebagai salah satu Su-24 dari detasemen AU Rusia yang digelar di Suriah dan berasal dari Pangkalan udara Shagol, Rusia. Keyakinan itu didapat karena pesawat Su-24 dengan nomor ekor yang sama pernah muncul dalam foto yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia.


Cuaca dalam latar foto yang diambil, yang menunjukkan kondisi mendung dan sisa-sisa air hujan di landasan, juga konsisten dengan histori cuaca di sekitar Latakia, dimana pangkalan udara Khmeimim berada, yang mengalami hujan pada sore hari sampai menjelang tengah malam 31 Desember 2017.

Baca Juga:  Kejatuhan Rudal Patriot 1 Warga Arab Saudi Tewas

Dengan dua faktor pembuktian ini, dapat diyakini bahwa Su-24 yang mengalami kerusakan tersebut memang berasal di Khmeimim. Perkara Rusia atau mungkin negara lain menyembunyikan fakta, memang terkadang bukan kali pertama, apalagi kalau soal kekuatan dan kondisi militernya.
Pertanyaan berikutnya, musuh atau militan menyerang Khmeimim dengan senjata apa? Kalau dilihat dari kerusakannya, senjata yang dipakai memiliki daya ledak yang tidak besar. Jika menggunakan mortir 120mm misalnya, diyakini bahwa efek dan daya hancurnya akan lebih besar, tidak sekedar merusak sebagian dari struktur pesawat.
Ada spekulasi yang menyatakan bahwa bisa jadi lawan menggunakan drone besar yang dipasangi proyektil mortir ringan, sehingga sukar dideteksi. Kalau menyerang frontal pangkalan Khmeimim yang dijaga ketat, jelas mustahil. Pembaca TSM mungkin punya pendapat lain? (Aryo Nugroho/UC News)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan