Buktikan Ancaman, Amerika Hujani Suriah Dengan 50 Rudal Tomhawk

Kurang dari 24 jam setelah resolusi Dewan Keamanan PBB diveto oleh Rusia soal serangan Gas Beracun, Amerika Serikat (AS) membuktikan ancamanya. AS meluncurkan tak kurang dari 50 rudal Tomahawk menyasar pangkalan udara militer Suriah pada Kamis malam (6/4/2017) waktu setempat.

Fox News merilis bahwa pangkalan udara utama Suriah di Homs adalah sasaran utamanya. Rudal-rudal Tomahawk diluncurkan dari kapal perang milik AL AS yang berada di Laut Tengah

Serangan ini menjadi serangan langsung pertama pihak AS kepada Pemerintahan Suriah secara langsung dan terang-terangan.


Ini juga perintah militer paling besar pertama yang diambil Donald Trump sejak memegang jabatan sebagai Presiden AS.

Seorang pejabat di Washington DC, yang dikutip Associated Press mengungkapkan, aksi ini merupakan pembalasan atas serangan senjata kimia mengerikan, terhadap warga sipil di sana.


Sebelumnya, Trump yang melihat foto-foto anak-anak tewas dalam serangan kimia, menyebut aksi tersebut sebagai aib bagi kemanusiaan dan melanggar banyak batasan.

AS meyakini Suriah menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam serangan udara menggunakan zat beracun yang diduga sarin.

Pemerintah Suriah sendiri membantah tuduhan tersebut. Mereka beralasan bahwa bom yang dijatuhkan mengenai pabrik senjata kimia milik pemberontak yang dikamuflase di pemukiman padat penduduk.

Sejak masa kampanye, Trump telah mengkritik Obama yang menurutnya tidak manusiawi dalam menangani konflik Suriah yang menyebabkan banjir pengungsi ke Eropa dan Amerika.

Baca Juga:  Biksu Budha Myanmar Klaim Dirinya Mirip Donald Trump Yang Anti Muslim

“Saya pikir, apa yang terjadi di Suriah adalah salah satu kejahatan yang benar-benar mengerikan dan seharusnya tidak terjadi dan itu tidak boleh dibiarkan terjadi,” tegas Trump.

Hal itu diutarakan Trump kepada para wartawan yang ikut bersamanya dalam penerbangan dengan Air Force One menuju Florida.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan