Buru Gerilyawan Rohingya, Myanmar Operasionalkan Drone Tempur CH-3 Buatan China

Angkatan Udara Myanmar terus berbenah. Setelah memborong 16 unit jet tempur multirole JF-17 Thunder (FC-1 Xiaolong), AU Myanmar mendatangkan drone atau pesawat nirawak (UAV) bersenjata buatan China, CH-3.

Kuat dugaan kedatangan CH-3 untuk mempermudah operasi militer memburu gerilyawan Rohingya di negara bagian Rakhine. Selain berfungsi sebagai pesawat mata-mata, CH-3 juga mampu membawa sejumlah rudal untuk mengeksekusi sasaran musuh. Sekali terbang CH-3 bisa membawa dua rudal udara ke darat pemandu laser AR-1.

Rudal buatan China ini memiliki daya hancur yang setara dengan rudal AGM-114 Hellfire buatan AS. Rudal Hellfire merupakan senjata andalan drone tempur AS, RQ-1 Predator.

CH-3 diproduksi oleh China Academy of Aerospace Aerodynamic of China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). UAV ini nama awalnya adalah 11th Academy of CASC.

Infografis by ChinaDaily

CH-3 yang memiliki wingspan 8 m, menggunakan mesin dengan tiga bilah baling-baling, dan bisa terbang selama 12 jam tanpa mengisi bahan bakar ulang.


CH-3 mampu terbang sejauh 2.400 km dengan beban bobot maksimum hingga 80 kg.


Selain Myanmar CH-3 sudah dioperasikan oleh militer Nigeria dan Pakistan.

Baca Juga:  Kapal Perang Admiral Essen Rusia Kejar Kapal Selam Nuklir AS di Laut Mediterania

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan