CEO Dassault: India Harus Beli 200 Unit Jika Ingin ToT Jet Tempur Rafale

CEO Dassault Aviation Perancis, Eric Trappier secara tegas mengharuskan India membeli dulu 200 jet tempur Rafale jika ingin mendapatkan transfer teknologi dari mereka, pernyataan ini disampaikanya pada pameran Aero India 2017 kepada wartawan.

India sendiri telah membeli Rafale sebanyak hanya 36 unit pada tahun 2016 setelah melalui negosiasi yang rumit karena mereka ngotot minta transfer teknologi.

36 pesawat jet pesanan Kementerian Pertahanan India itu akan diserahkan dalam kondisi siap terbang pada awal 2018 dan sepenuhnya diproduksi di Perancis bukan di India sebagaimana permintaan mereka sejalan dengan program MII/Make In India.

Tapi Perancis akan mengadakan diskusi lebih lanjut untuk membantu India dalam program advanced medium combat aircraft (AMCA) untuk menggantikan pesawat Mig-21 Byson mereka yang telah digrounded.


Trappier menegaskan bahwa perusahaannya akan mengajukan penawaran untuk kebutuhan pesawat tempur berpangkalan kapal induk Angkatan Laut India, dimana permintaan untuk informasi (request for information – RFI) mengenai hal tersebut telah dikirim ke produsen jet tempur di Eropa Barat, Rusia dan Amerika Serikat.

Ia mengatakan, memiliki satu jenis pesawat untuk memenuhi kebutuhan baik Angkatan Udara dan Angkatan Laut India dengan biaya ekonomis. Rafale sendiri sudah memiliki prototipenya dan diusahakan akan diproduksi dengan tingkat kesamaan (commonality) yang tinggi.

Hubungan India dan Perancis sempat meregang setelah proyek kapal selam nuklir India sempat bocor datanya. Namun diyakini hubungan keduanya akan segera membaik seiring kampanye India yang ingin lebih banyak warna barat dalam alutsistanya.

Baca Juga:  Korvet Siluman Myanmar UMS Tabinshwehti 773, Mirip Dengan Milik Korea Utara

India telah menarik para produsen asing untuk pembuatan jet tempur bermesin tunggal dan bermesin ganda di bawah program ‘Make in India’ Program. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan dari AU India serta untuk ekspor.

Sementara itu, Dassault dan Reliance grup India mengumumkan peluncuran usaha patungan, Dassault Reliance Aerospace Limited yang akan melaksanakan offset yang terkait dengan proyek Rafale sebesar 50% dari nilai penjualan pesawat (sekitar $ 4,5 miliar) untuk diinvestasikan di India.

Sumber : defenseworld.net

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan