China Bantah Geser 30.000 Pasukan Ke Perbatasan Korea Utara

Kementerian Pertahanan China menyangkal pengerahan sekitar 30.000 tentaranya ke dekat Korea Utara (Korut) sebagai persiapan jika perang pecah. Beijing juga membantah penempatan sistem pertahanan rudal di dekat wilayah sekutunya tersebut.

Bantahan dari kementerian itu sebagai jawaban atas laporan media Korea Selatan, Chosun Ilbo yang dirilis hari Senin.

“Laporan media semacam itu tidak benar,” kata kantor informasi Kementerian Pertahanan China dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.


Surat kabar Korea Selatan dalam laporannya pada hari Senin menyatakan sekitar 30.000 pasukan dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) telah dipindahkan ke perbatasan China-Korut untuk mempersiapkan diri jika perang pecah. Laporan tersebut juga menyebut baterai sistem pertahanan rudal sedang diaktifkan di dekat waduk Apnok dan Duman di Korut.

Laporan Chosun Ilbo itu bersumber dari informasi yang dikumpulkan seorang sumber senior yang bekerja untuk Korut atau Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) selama perjalanannya ke China. Sumber tersebut mengatakan bahwa penempatan pasukan dan sistem rudal China dimulai pada akhir tahun 2017.

”Pasukan China di daerah perbatasan dapat terseret jika (pasukan) Korut meyerang perbatasan mengirimkan  rudal atau serangan udara ke arah sana,” tulis Chosun Ilbo. Beijing memastikan relokasi pasukan dan aset militernya ke dekat Korut tidak pernah terjadi.

Namun, pada tanggal 12 Januari, PLA Daily menerbitkan sebuah editorial yang memperingatkan bahwa “perang tidak jauh dari kita”.

Baca Juga:  Menhan: Swedia Adalah Negara Nonblok Sama Dengan Indonesia

”Situasi regional di sekitar China rumit dan tidak stabil, dan bahaya bersembunyi di bawah kedamaian. China tidak mampu mengatasi kegagalan militer, jadi kita harus sepenuhnya sadar akan potensi krisis dan bersiap menghadapi peperangan setiap saat,” tulis surat kabar utama militer China itu yang dilansir Global Times.

The Daily NK, sebuah kantor berita yang berbasis di Seoul, juga melaporkan pada tanggal 3 Januari bahwa pada akhir Desember, puluhan truk militer telah ditemukan sedang dalam perjalanan ke perbatasan Korut.

Laporan tersebut mengggambarkan reaksi warga sipil terpukau oleh besarnya konvoi yang melewati Provinsi Yanji menuju ke perbatasan Korut. Namun, perjalanan itu dilakukan pada malam hari untuk menghindari perhatian.


”Ada banyak truk yang menyebabkan kemacetan di jalan. Tidak pernah ada situasi seperti ini sebelumnya di mana begitu banyak truk hadir di daerah Yanji, dekat perbatasan,” tulis Daily NK mengutip seorang sumber.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan