China Pamerkan Drone Pemusnah Bernama Dark Sword

China terus melesat dalam kemampuan dirgantara. Setelah mampu membuat pesawat siluman, kali ini China memamerkan sebuah Drone Tempur bersenjata rudal dengan kemampuan siluman.

Drone ini bisa dibilang Drone pemusnah jika karena rtidak terdeteksi radar dan bom meluncurkan rudalnya.

Selain memiliki kemampuan membangun jet tempur siluman, China juga sudah mengalami kemajuan dalam urusan pengembangan

Drone bersenjata atau wahana tempur tanpa awak atau unmanned combat air vehicle (UCAV) ini diberi nama “Dark Sword”

Justin Bronk, seorang ahli pertempuran udara dari Royal United Services Institute yang mengamati foto Dark Sword yang muncul, dilansir dari laman Business Insider mengatakan bahwa Dark Sword seperti konsep perang baru yang dapat membuat mimpi buruk militer AS menjadi kenyataan.

Dark Sword, yang berasal dari Shenyang Aircraft Corporation, dinilai Bronk memiliki konfigurasi siluman yang sangat berbeda dari desain pesawat terbang tak berawak pada umumnya. Ketika yang lain dioptimalkan untuk daya tahan terbang, kinerja ketinggian, broadband low observability, dan muatan, Dark Sword didesain untuk kecepatan dan kelincahan.

Bronk juga mengatakan bahwa China telah membuat UCAV ini lebih panjang dalam ukuran, sehingga lebih stabil di udara. Juga memiliki penstabil vertikal layaknya F-22 yang diarahkan untuk kinerja supersonik dan kemampuan gaya tempur.

“Sesuatu seperti ini dapat transit ke area-area dengan sangat cepat, dan, jika diproduksi dalam jumlah yang besar tidak perlu lagi harus melatih pilot, paling buruk kemampuannya adalah menghabiskan rudal jet-jet tempur AS, dan ketika ia menjadi sempurna maka akan menjadi jet tempur yang efektif,” kata Bronk. “Kuantitas sudah merupakan kualitas itu sendiri,” ungkap Bronk.

Baca Juga:  Deal, Inggris dan Qatar Sepakati Kontrak Pembelian 24 Jet Tempur Typhoon

Dalam skenario terjadi perang, pasukan AS harus bertempur melawan UCAV supersonik yang tidak memiliki rasa takut yang secara teoritis dapat bermanuver dengan baik atau lebih baik ketimbang jet tempur berawak karena tidak memiliki pilot di dalamnya.


Kemungkinan lain yang diangkat oleh Bronk adalah bahwa Dark Sword lebih mungkin hanya menggonggong daripada menggigit. Karena China sangat ketat mengontrol medianya, “kita hanya melihat bocoran tentang apa-apa saja yang memang China ingin perlihatkan,” kata Bronk.


Sumber: TSM/Efran Syah/ART

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan