China Siapkan Undang-Undang Embargo Senjata

Para pembeli senjata buatan China patut waspada, negeri panda itu sekarang mulai menyusun undang-undang yang mengatur tentang pengendalian ekspor senjata kepada Negara-negara yang dianggap menjadi ancaman bagi China. Seperti diberitakan oleh Military Leak (29/12/2019) ini sama saja dengan upaya China untuk mengendalikan negara pengguna senjatanya dengan ancaman embargo.

Menurut sumber China tindakan ini untuk melindungi teknologi militer dan produk-produk terkait nuklir yang seharusnya tidak jatuh ke tangan yang salah. Singkat kata Undang-undang ini dapat melindungi teknologi sensitive dan melindungi keamanan nasional China, Undang-undang ini juga mengatur tentang embargo militer.

Menurut Menteri Perdagangan China Zhong San “dengan adanya undang-undang ekspor senjata yang baru kita bisa menjaga neraca perdagangan yang timbal balik dan seimbang pada mitra selain itu dalam Undang-undang ini otoritas terkait dapat mengevaluasi Negara/wilayah yang ditunjuk untuk menetapkan tingkat resiko”

“Aturan ini akan berujung pada larangan ekspor suatu barang (teknologi militer) ke Negara, orang atau organisasi tertentu” tegas Menteri Perdagangan Zhong San.

Rancangan itu dapat melindungi teknologi sensitif dan melindungi keamanan nasional, seperti halnya negara-negara Barat memblokir Tiongkok dari mengimpor teknologi militer canggih dari mereka, kata Li.

Tiongkok juga tidak akan membiarkan senjata berbahaya jatuh ke tangan orang yang salah yang bisa menggunakannya untuk menyabot perdamaian, sebuah langkah untuk memenuhi kewajiban internasional Tiongkok, kata Li.

Baca Juga:  Aljazair Resmikan Dua Kapal Selam Kelas Kilo

Xu Guangyu, penasihat senior Asosiasi Perlucutan dan Pengendalian Senjata Tiongkok, mengatakan kepada Global Times bahwa rancangan undang-undang itu, jika disahkan, juga akan menjadi perlawanan yang penting bagi tuduhan salah negara-negara Barat tentang penjualan senjata Tiongkok.

Menyiapkan hukum transparan sesuai dengan praktik internasional dan menindaklanjutinya akan mempromosikan citra positif untuk penjualan senjata Tiongkok, kata Xu.

1 Komentar

Tinggalkan Balasan