Coba Evakuasi 12 Pemain Sepakbola, Mantan Pasukan Elit AL Thailand Tewas Saat Berusaha Masuk Gua

Mantan pasukan elite Angkatan Laut Thailand dilaporkan tewas kehabisan oksigen dalam upaya penyelamatan rombongan wisatawan yang terjebak banjir di dalam gua Tham Luang di Thailand.

Rombongan wisatawan yang terjebak tersebut adalah 12 remaja pemain sepakbola timnas junior Thailand bersama asisten pelatih mereka. Mereka sebelumnya dilaporkan hilang saat wisatawan ke gua tak lama setelah banjir besar melanda.

Musibah ini telah menjadi sorotan media internasional, di mana sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Australia, China dan beberapa negara lain telah menawarkan bantuan penyelamatan.

Seorang mantan anggota pasukan elite Angkatan Laut Thailand bernama Saman Anan. Dilaporkan telah tewas kehabisan oksigen dalam upayanya membuka jalan evakuasi.


Proses penyelamatan sangat sulit karena gua masih terendam oleh air banjir. Regu penolong saat ini hanya mampu berusaha untuk mengirim pasokan oksigen.


Seorang jenderal militer Thailand mengatakan, memanfaatkan waktu adalah yang terpenting dalam upaya penyelamatan. “Hari ini yang paling penting adalah memasukkan tabung udara ke dalam gua,” kata jenderal yang menolak diidentifikasi.

Gubernur Provinsi Chiang Rai, Narongsak Osotthanakorn, mengatakan terlalu berbahaya untuk membawa keluar para korban dari gua pada saat ini. Yang penting sekarang ini adalah memompa oksigen masuk agar mereka dapat terus bernafas.

Narongsak mengatakan kondisi di pertigaan pertama gua masih memungkinkan untuk jalur evakuasi. “Masalahnya ada di luar pertigaan, di mana permukaan air cukup tinggi. Pada titik itu, tikungan melengkung dan ketinggian air sangat tinggi,” katanya memperingatkan.

Baca Juga:  Dua Kali Meledak, SpaceX Tetap Dapat Kontrak Falcon Heavy

“Menurut rencana, jika kita membiarkan mereka menyelam, titik yang paling berbahaya sangat sempit, anak-anak harus menyelam sendiri, air cukup dalam dan panjang pada saat itu dan (Navy) SEAL tidak bisa berada di sebelah mereka,” ujarnya.

“Kami melakukan penilaian dan kami pikir itu cukup berbahaya pada titik ini untuk membawa mereka keluar. Pada titik ini terlalu berbahaya untuk menyelam,” imbuh dia.

Gubernur itu menambahkan, botol-botol oksigen juga datang terlambat pada Kamis malam di lokasi kejadian. Menurutnya, pasokan udara ke gua juga menjadi perhatian para penyelamat.

Pasokan oksigen ke gua, lanjut dia, perlu diisi lagi. “Ada dua cara untuk menyelesaikan ini, bagi individu untuk membawa persediaan mereka sendiri, atau untuk mengisi gua dengan oksigen,” katanya, dikutip The Sydney Morning Herald, Jumat (6/7/2018).

“Saat ini kami sedang mempersiapkan jalur lima kilometer untuk oksigen, untuk mengisi gua dengan oksigen.”

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan