Daftar Alutsista TNI yang Akan Datang Tahun 2018

Berikut ini adalah daftar Alutsista untuk TNI yang akan datang tahun 2018 ini, kebanyakan adalah alutsista yang dibeli pada masa kebijakan Minimum Essential Force I (MEF I 2009-2014):

– 6 Pesawat latih Grob G 120TP, Jerman
– 6 Pesawat latih KT1 Wong Bee, Korsel
– 7 Helikopter AKS AS565 MBe Panther, Perancis
– 5 Helikopter AH-64E Apache Guardian, AS
– 6 Helikopter AS550 dan AS555 Fennec, Perancis
– 2 Pesawat angkut C-30H Hercules, Australia
– 2 Radar militer Weibel, Denmark
– 1 Kapal selam KRI Ardededali-404, Korsel
– 1 Kapal LPD (Landing Plattform Dock), PAL
– 4 Kapal LST (Landing Ship Tank), Galangan swasta nasional
– 4 Battery Peluru Kendali Mistral, Perancis
– 4 Battery Peuru Kendali Starstreak, Inggris
– 2 Battery Peluru Kendali Nasams. Norwegia

Sedangkan berikut ini adalah Alutsista yang masih dalam tahap sign pengadaan dan proses yang masuk dalam progran MEF II (2014-2019) :

– 11 Jet tempur Sukhoi Su-35, Rusia
– 6 Helikopter Combat SAR EC725 Caracal. Perancis
– 3 Helikopter Bell-412 EP, PTDI
– 2 Pesawat C295, Spanyol – PTDI
– 9 Pesawat NC-212, PTDI
– 1 Pesawat CN-235, PTDI
– 4 KCR (Kapal Cepat Rudal), PAL
– 2 Kapal PKR Sigma 10514, Belanda-PAL
– 2 Kapal buru ranjau, Jerman
– 1 Kapal OPV, Galangan swasta nasional
– 1 Kapal selam KRI 405, Korsel-PAL
– 4 Kapal Patroli Cepat, Galangan swasta nasional.

Baca Juga:  Perbaikan dan Upgrade Sonar Kapal KRI Frans Kaisiepo

MEF II mungkin agak terhambat dengan program jaringan infrastruktur nasional yang lebih diprioritaskan oleh Presiden Jokowi. Namun infrastruktur juga sama pentingnya untuk menunjang kinerja alutsista.


Ambil contoh ruas jalan tol yang panjang membentang. Itu juga bisa digunakan sebagai landasan darurat bagi pesawat terbang TNI AU. Tinggal bagaimana nantinya latihan simulasinya. India dan Singapura sudah rutin berlatih hal demikian, tinggal TNI AU aja yang belum.

Dermaga-dermaga Tol Laut juga bisa dijadikan sandaran bagi kapal-Kapal perang TNI AL ataupun Kapal pengangkut Tank TNI AD. Tentunya juga memudahkan mobilisasi.

Infrastruktur juga penting untuk menunjang kinerja dan mobilisasi alutsista pertahanan.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan