Daftar Pengadaan Alutsista TNI Tahun 2019, Ada Kapal Selam Sampai Panser Pandur

Kementerian Pertahanan menyaksikan penandatanganan kontrak bersama pembelian alat utama sistem persenjataan strategis (alutsista) dan konstruksi di PT Pindad Bandung, Jawa Barat, Jumat (12/4).

Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu menyatakan, total jumlah kontrak yang ditandatangi berjumlah 22 kontrak yang terdiri dari 15 kontrak alutsista dan tujuh kontrak pengadaan konstruksi dengan nilai kontrak USD 1,4 miliar dan Rp1,2 triliun. Adapun jumlah penyedia jasa yang terlibat terdiri dari sembilan penyedia pengadaan dan tujuh penyedia konstruksi.

Dalam sambutannya, Ryamizard Ryacudu menyatakan, Kementerian Pertahanan mendorong BUMN dan BUMS strategis untuk secara mandiri memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dengan kemandirian memproduksi alutsista, kata Ryamizard, Indonesia tidak lagi menjadi bangsa konsumen tetapi terbukti telah mampu memproduksi sendiri dan diakui oleh dunia.

Ryamizard meyakini di masa mendatang negara-negara lain akan melirik produksi Indonesia dan Indonesia akan menjadi negara produsen pertahanan yang mampu bersaing dengan negara maju lainnya.


Lebih jauh, Ryamizard menegaskan, suatu negara yang memiliki potensi industri pertahanan yang tinggi maka dinilai sebagai negara yang maju secara ekonomi.

Hadir dalam acara penandatangan di PT Pindad, Kasum Mabes TNI Letjen Joni Supriyanto, Wakil Kepala Staf TNI AD Letjen Tatang Sulaiman, Dubes Korea Selatan, dan penyedia jasa BUMN serta BUMS strategis.


Melalui rilis yang diterima Redaksi Elshinta, diinformasikan berikut daftar kontrak pengadaan alutsista dan kontruksi:

Baca Juga:  Kostrad Gelar Latihan Bersama Garuda Shakti Bareng AD India

Kontrak pengadaan alutsista:

1. Ranpur infantri (PT Pindad)
2. MKK (PT Pindad)
3. Jati Infantri (PT Pindad)
4. Ran Alsus Nubika (PT Merpati Wahana Raya)
5. Mobil Ransus Jihandak (PT Merpati Wahana Raya)
6. Kapal Selam Diesel Elektrik (PT PAL)
7. Kapal Motor Cepat/KMC (PT Megah Perkasa)
8. Perahu Rawa (PT Megah Perkasa)
9. Kapal Angkut Tank/AT 8 & 9 (PT Bandar Abadi)
10. Infrastruktur Simulator Sukhoi (PT LEN)
11. Helikopter NAS 332C1 (PT LEN)
12. Bom P250 live (PT Dahana)
13. Ran Decon Truck (PT Merpati Wahana Raya)
14. Ran Shop Contract Maintenance (PT Prasandha Dumayasa)
15. Helikopter NAS 332C1 (PT DI)

Kontrak pengadaan konstruksi:

1. Pembangunan lanjutan Rumah Sakit TNI AL di Belawan ( PT Surya Manunggal Wisesa).
2. Pembangunan lanjutan gedung dan sarpras Pasmar 1 (PT Madyatika).
3. Renovasi lanjutan mess TNI AU Jakarta (PT Sasana Anugrah Sejati).
4. Pembangunan lanjutan landasan Lanud R Sajad Ranai (PT Dinasti Raya Sejagat).
5. Pembangunan lanjutan sarpras Yon Armed 10/2/1 Kostrad Bogor (PT Andika Cakra Pratama).
6. Pembangunan lanjutan garasi dan gudang Alberzi serta prasarana PRCPB dan perbatasan Kodam XII (PT Sinar Fajar Baru).
7. Pembangunan lanjutan garasi dan gudang Alberzi serta prasarana PRCPB dan perbatasan Kodam VI (PT Nina Artha Propaganda Putri).

Sumber: elshinta.com

Baca Juga:  TNI Sedang Mengembangkan Cat Anti Radar

3 Komentar

  1. loh prabowo kata tantara kita melemah malah kok era jokowi akeh pengadaan kekuatan aser tantara malahan mbina pula industri pertahanan membuka lowongan pekerjaan buat rakyat

Tinggalkan Balasan ke Mokhtar Bin Mohamed Batalkan balasan