Dalam Sehari Pangkalan Militer Amerika Serikat di Virginia Terima 6 Ancaman Bom

Naval Station Norfolk, pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Virginia yang mendapat ancaman enam bom dalam sehari. Foto/US Navy/REUTERS

Dua pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Hampton Roads, Virginia, menerima enam ancaman bom dalam sehari pada hari Rabu. Semua ancaman telah “dibersihkan”, namun sumber ancaman masih dalam penyelidikan.

Setelah ancaman bom dinyatakan tidak kredibel, operasi di Naval Station Norfolk dan Joint Expeditionary Base Little Creek (JEBLC) dilanjutkan secara normal.

Ancaman serangan bom melalui telepon itu diterima pihak Detasemen Dukungan Personel di pangkalan militer. Tiga kapal Angkatan Laut AS yang berbasis di Naval Station Norfolk—USS Whidbey Island, USS Gunston Hall dan USS Oak Hill—menjadi target ancaman.

Petugas keamanan dan darurat merespons ancaman itu dengan menyisir setiap lokasi yang jadi target. Pihak Detasemen melakukan evakuasi sebagai tindakan pencegahan.

Di Naval Station Norfolk, sejumlah anjing militer juga dikerahkan untuk mensterilkan markas militer tersebut pada Rabu pagi. Menurut juru bicara pangkalan militer Kelly Wirfel, salah satu anjing militer memberi tahu sebuah kendaraan di dekat dermaga yang dicurigai.

Menurut Wirfel, seluruh area dermaga di pangkalan militer ditutup.

Pada Senin lalu, ancaman serupa juga menargetkan kapal USS Oak Hill. Petugas keamanan menghabiskan waktu berjam-jam mencari kemungkinan adanya penyelam di dekat dermaga Naval Station Norfolk. Namun, ancaman bom itu juga tidak terbukti.

Investigasi terhadap ancaman bom itu terus berlanjut. Pejabat Angkatan Laut belum memastikan apakah ancaman pada hari Senin dan Rabu berkaitan atau tidak.

Baca Juga:  Setelah MiG-35 , Mesir Borong Sukhoi Su-35 Dari Rusia

”Kami menerima panggilan dan ancaman ini dengan serius. NCIS (Naval Criminal Investigative Service) sedang melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap sumber panggilan tersebut dan mereka yang diketahui telah melakukan ancaman palsu akan diadili semaksimal mungkin,” kata Angkatan Laut AS dalam sebuah pernyataan,” seperti dikutip dari WAVY, Kamis (3/8/2017).

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan