Data Rahasia Kapal Induk Liaoning AL China Jatuh ke Tangan CIA AS

Pihak berwenang China menyelidiki perusahaan galangan kapal karena diduga menjual data rahasia tentang kapal induk Liaoning kepada agen Central Intelligence Agency (CIA) Amerika Serikat (AS).

Perusahaan yang diselidiki itu adalah China Shipbuilding Industry Corporation (CSIC). Mengutip laporan Asia Times yang dirilis hari Kamis (21/6/2018), penyelidikan menyasar pada salah satu eksekutif top CSIC.

“Manajer umum CSIC Sun Bo adalah subjek penyelidikan kriminal baru karena berpotensi melakukan pelanggaran berat terhadap hukum dan disiplin partai,” bunyi laporan tersebut.

Komisi Pusat Partai Komunis China untuk Inspeksi Disiplin dan Komisi Supervisi Nasional juga telah mem-posting pengumuman untuk publik pada tanggal 18 Juni yang menyatakan bahwa eksekutif senior CSIC sedang diselidiki.

Sun diduga menyerahkan informasi rahasia kepada CIA tentang desain dan spesifikasi kapal induk Liaoning setelah bertahun-tahun menjalani modifikasi. Kapal raksasa itu aslinya dibangun Soviet dan dibeli China dari Ukraina yang kemudian dimodifikasi di galangan kapal milik CSIC di Dalian.

China juga telah membuat desain kapal induk buatan dalam negeri pertamanya yang dikenal dengan nama Type 001A. Beberapa media lokal telah mempertanyakan apakah Sun juga memberikan desain Type 001A kepada CIA atau tidak.

Menurut laporan Asia Times, Sun memiliki gelar PhD dalam bidang konstruksi dan desain kapal dari Dalian University of Technology. “Eksekutif berusia 57 tahun ini menghabiskan sebagian besar kariernya untuk Dalian Shipyard ketika Liaoning sedang dibangun kembali di sana,” lanjut laporan tersebut.

Baca Juga:  Helikopter Mi-17 Milik India Jalani Proses Zombie di Rusia

Liaoning, yang kemudian dikenal sebagai Varyag, tiba di Dalian pada Maret 2002. Kapal induk ini telah menyelesaikan uji coba laut dengan Angkatan Laut Tentara Pembabasan Rakyat (PLAN) pada September 2012. Sejak itu, nama kapal menjadi Liaoning.

CSIC mengatakan pada WeChat Rabu bahwa presiden perusahaan Hu Wenming dalam sebuah rapat telah menekankan pentingnya kesetiaan kepada Partai Komunis China dan menangkis infiltrasi serta korupsi.


Aksi saling memata-matai antara China dan AS telah menjadi isu yang memanas dalam beberapa bulan ini. Pada bulan lalu, Departemen Kehakiman AS menuduh seorang perwira CIA telah menjadi mata-mata untuk pemerintah China. Perwira CIA bernama Jerry Chun Shing Lee, 53, diduga memberi informasi rahasia, termasuk nama, nomor telepon aset dan karyawan rahasia CIA kepada para pejabat intelijen China.

Sedangkan pemerintah Beijing, menurut laporan Axios, juga melakukan “pembongkaran sistematis” jaringan mata-mata rahasia Amerika di China sejak tahun 2010.


New York Times dalam laporannya menulis Lee berada di pusat “perburuan tahi lalat” di mana beberapa pejabat intelijen percaya bahwa dia telah mengkhianati Amerika Serikat. Tapi, pejabat lain berpikir bahwa pemerintah China telah meretas komunikasi rahasia CIA yang digunakan untuk berbicara dengan sumber informasi asing.

Sumber:sindonews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan