Deal! Akhirnya Indonesia Membeli Rudal Merad NASAMS

NASAMS II anti-aircraft missile launcher (wikipedia.org)

Lama dinanti akhirnya TNI AU dan Kementrian Pertahanan memutuskan membeli NASAMS sebagai  sistem pertahanan udara (Arhanud) kelas menengah atau biasa disebut MERAD (Medium Air Defence) untuk NKRI. Sesuai amanat dalam program MEF (Minimum Essential Force) II periode 2015 – 2019, bahwa TNI harus memiliki sistem Arhanud kelas menengah dengan jarak eksekusinya antara 50 – 100 km

Penandatangan kontrak telah dirilis resmi oleh Kongsberg, produsen NASAMS dengan nilai 77 juta USD dengan seperti dirilis situs kongsberg.com, 31/10/2017.

Kontrak tersebut terdiri dari pengiriman sistem NASAMS lengkap dengan pos komando, radar, peluncur, radio dan integrasi, dan dukungan pelatihan serta logistik. Rudal AMRAAM akan diberikan dalam sebuah kesepakatan pemerintah-ke-pemerintah yang terpisah antara Indonesia dan Amerika Serikat.


NASAMS melindungi aset sipil dan militer bernilai tinggi di darat terhadap ancaman udara. Fleksibilitas inheren dan modularitas NASAMS menjadikannya solusi terdepan di dunia dengan kemampuan unik untuk memerangi ancaman udara modern, serta memiliki kemampuan untuk berintegrasi dengan berbagai sensor dan senjata yang berbeda. Beberapa negara telah memilih NASAMS, termasuk Norwegia, Finlandia, Belanda, Amerika Serikat, Spanyol, Oman dan sekarang Indonesia.


“Kami sangat senang bahwa Indonesia, sebagai negara pertama di wilayahnya, memilih NASAMS untuk pertahanan tanah airnya. Evolusi teknis dan penambahan pengguna yang terus berlanjut menegaskan bahwa NASAMS adalah sistem pertahanan udara paling modern dan canggih di dunia, “kata Eirik Lie, Presiden Kongsberg Defense & Aerospace.

Baca Juga:  KSAU : Helikopter AW 101 Siap Digunakan Dalam Waktu Dekat

Nama NASAMS adalah singkatan dari NASAMS (Norwegian Advanced Surface-to-Air Missile System). Ini adalah sistem pertahanan udara yang terdiri dari radar untuk mendeteksi ancaman lalu mengeksekusinya dengan rudal AMRAAM.

NASAMS mampu menjangkau sejauh 180KM tergantung pada tipe rudal AMRAAM yang dipasang, ada tiga jenis yang tersedia :
• AIM-120A/B: 55–75 km
• AIM-120C-5: >105 km
• AIM-120D (C-8): >180 km

 

Advertisements

2 Komentar

  1. AMRAAM aslinya adalah rudal udara ke udara yg ditembakan jet tempur berkecepatan tinggi… sedangkan jika di pasang di peluncur darat kemampuan jangkauan menurun, bisa 1/3 – 1/5 dari kemampuan aslinya…

Tinggalkan Balasan