Dekati Amerika dan Israel, Presiden Baru Brazil Tak Takut Diboikot Negara Arab

Presiden Brazil Jair Bolsonaro. Foto: BBC

Presiden baru Brasil Jair Bolsonaro mengatakan bahwa dia akan terbuka terhadap kemungkinan Amerika Serikat mengoperasikan pangkalan militer di wilayah negaranya. Sikap presiden pro-Israel ini merupakan perubahan tajam dalam kebijakan untuk asing.

Bolsonaro, yang secara resmi mengambil alih kekuasaan pada hari Selasa lalu, mengatakan bahwa dukungan Rusia terhadap “kediktatoran” Presiden Nicolas Maduro di Venezuela telah secara signifikan meningkatkan ketegangan di kawasan Amerika Selatan. Menurutnya, itu merupakan perkembangan yang mengkhawatirkan.

Ditanya oleh jurnalis SBT TV dalam sebuah wawancara apakah kebijakannya itu berarti dia akan mengizinkan kehadiran militer AS di Brasil, Bolsonaro menjawab bahwa dia pasti akan bersedia untuk menegosiasikan kemungkinan tersebut.

“Tergantung pada apa yang terjadi di dunia, siapa yang tahu jika kita tidak perlu membahas pertanyaan itu di masa depan,” kata Bolsonaro, yang dilansir Reuters, Jumat (4/1/2019).


Dia menekankan bahwa apa yang dicari Brasil adalah memiliki “supremasi di Amerika Selatan”.

Pemimpin sayap kanan itu mengubah kebijakan luar negeri Brasil yang bertahan sejak lebih dari satu dekade. Sebelumnya, Brasil yang dikuasai Partai Buruh yang berhaluan kiri menekankan hubungan antar-negara Amerika Selatan atau dikenal sebagai hubungan Selatan-Selatan dan kadang-kadang berseteru dengan AS di panggung internasional.

Bolsonaro merupakan mantan kapten Angkatan Darat berusia 63 tahun dan pengagum kediktatoran militer Brasil tahun 1964 sampai 1985. Dia dikenal sebagai pemimpin pro-Presiden AS Donald Trump dan dengan cepat memperdalam hubungan Brasil dengan Amerika Serikat dan Israel.

Baca Juga:  Video Tarian Komando Ala Grup Gerak Khas Tentara Diraja Malaysia

Penasihat keamanan nasional Bolsonaro, pensiunan Jenderal Angkatan Darat Augusto Heleno, mengonfirmasi pada hari Kamis bahwa Presiden Bolsonaro ingin memindahkan kedutaan Brasil di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Namun, pertimbangan logistik menghalangi jalannya.


Heleno tidak merinci pertimbangan logistik yang dia maksud. Tetapi sektor pertanian yang kuat di negara itu menentang pemindahan kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem dan membuat marah negara-negara Arab yang membeli miliaran dolar daging halal Brasil setiap tahun.

Netanyahu pemimpin pertama yang berkunjung ke Brazil dan memberi selamat pada Jair Bolsonaro. Foto: Fox News

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merupakan pemimpin dunia pertama yang mengunjungi Brasil minggu ini ketika dia menghadiri pelantikan Bolsonaro. Setelah pertemuan pribadi, Netanyahu mengatakan bahwa Bolsonaro mengatakan kepadanya bahwa memindahkan kedutaan adalah masalah “kapan, bukan jika”.

“Ada keinginan yang jelas bahwa ini terjadi, tetapi belum ada keputusan tentang tanggal,” kata Heleno.

Dia mengklaim Brasil tidak berpikir bahwa ekspor akan terancam dengan pemindahan kedutaan di Israel. Alasannya, diplomat Brasil akan bekerja dengan mitra dagang Timur Tengah untuk meredakan kekhawatiran tersebut.

Bolsonaro dan beberapa gubernur negara bagian di Brasil saat ini sedang berupaya membeli pesawat tanpa awak dan berkiblat pada Amerika Serikat dan Israel untuk teknologi dan sains lainnya ketika mereka berusaha untuk membongkar kartel obat bius yang kuat dan sangat bersenjata.

Sumber: sindonews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan