Demo Di Iran, Tuntut Ali Khameini Mundur Atas Insiden Salah Tembak Pesawat

Insiden salah tembak yang menimpa pesawat Boeing 737 milik maskapai Ukraina dengan korban tewas 176 dari berbagai negara memunculkan kemarahan di sebagian rakyat Iran. Selain malu mereka juga sudah muak dengan rezim pemerintahan revolusi.

Setelah revolusi tahun 1979 yang menjadikan Iran dari negara kerajaan ke bentuk Republik. Pemimpin tertinggi negara dipegang oleh pemimpin spiritual atau “Ayatullah” mirip dengan Paus di Vatikan.

Setelah insiden salah tembak, ratusan orang melakukan protes di beberapa kota di Iran pada hari Sabtu (11/01/2020). Di Teheran, pengunjuk rasa berkumpul di dekat universitas dan menyerukan pengunduran diri Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan meneriakkan, “Hancur dengan pembohong!” dan “Mati untuk diktator!”

Demonstrasi hari Sabtu terjadi dua Bulan setelah Iran menindak protes besar-besaran anti-pemerintah, yang disebabkan oleh kenaikan harga bensin bersubsidi pada bulan November.

Sebelumnya Sabtu, Korps Pengawal Revolusi Islam Iran mengakui secara keliru menembak jatuh penerbangan Ukraina International Airline awal pekan ini. Komandan dirgantara IRGC Amir Ali Hajizadeh mengatakan di televisi pemerintah, “Saya bertanggung jawab penuh dan saya akan mematuhi keputusan apa pun yang diambil”.

Pada Sabtu malam, orang banyak berkumpul di Universitas Teknologi Sharif di Teheran meneriakkan, “Turun, turun, Khamenei,” menurut The Washington Post. Di Isfahan, pengunjuk rasa meneriakkan, “Khamenei adalah seorang pembunuh dan pemerintahannya tidak sah”.

Baca Juga:  Tolak Tawaran Rudal Patriot Amerika, Turki Tetap Memilih S-400 Rusia

Sumber: Voanews

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan