Dibalik Moncernya Karir Letjen Andika, Nabalin Bantah Karena Jokowi

Karier militer Letnan Jenderal Andika Perkasa sangat moncer sejak Joko Widodo dan Jusuf Kalla resmi dilantik menjadi presiden dan wakil presiden RI periode 2014-2019, pada 20 Oktober 2014.

Dua hari setelah mantan Gubernur DKI itu menjabat sebagai Presiden RI ke-7, Andika Perkasa yang saat itu masih berpangkat Mayor Jenderal atau Mayjen, ditunjuk sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), pada 22 Oktober 2014. Ia menggantikan Mayjen Doni Munardo.

Dua tahun ia mengawal Presiden Jokowi, pada 2016 Andika diangkat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII Tanjungpura. Lebih kurang dua tahun ia menjabat sebagai Pangdam. Hingga akhirnya pada 2018 dia diangkat sebagai Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Dankodiklatad) dan naik menjadi letnan jenderal.

Mundurnya Letjen Eddy Rahmayadi sebagai Pangkostrad untuk maju di pemilu Gubernur Sumatera Utara, juga membawa berkah bagi Letjen Andika. Andika lalu ditunjuk sebagai Pangkostrad hingga kini, sebelum dilantik sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).

Penunjukkan ini sempat menjadi sorotan, mengingat Andika baru tujuh bulan menjabat Dankodiklatad dengan menyadang bintang tiga di pundak, dan langsung dipromosikan memimpin pasukan elite baret hijau.

Jenjang karier militer yang komplet itu, menurut Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, akhirnya membuat Presiden Jokowi menjatuhkan pilihannya ke Letjen Andika.

Baca Juga:  Detasemen Peluru Kendali TNI AD 004/Dumai Terima 13 Rudal Starstreak

“Dari jenjang usia cukup, profesionalisme, jenjang karier. Tingkat profesionalisme yang dimiliki Pak Andika dibutuhkan Kepala Staf AD, yang mumpuni bisa hari ini harus menggunakan satu manajemen modern. Kepemimpinan yang bagus dalam menyiapkan AD. Paling tidak organisasi yang sangat siap dari sisi manajemen leadership, dari sisi organisasi yang matang,” kata Ali Mochtar, kepada VIVA, Kamis 22 November 2018.

Andika merupakan menantu dari mantan Kepala BIN Jenderal (Purn) A.M Hendropriyono. Dia adalah salah satu yang menyokong Jokowi sejak 2014, hingga menjadi Presiden RI. Hendropriyono menggunakan kendaraan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.


Disinggung apakah penunjukan Andika ini lantaran ada kedekatan itu, Ali Mochtar menilai organisasi di TNI sangat profesional. Walau ada muncul penilaian seperti itu, ia mempersilakan. Tetapi, alasan utama Jokowi adalah pengalaman, profesionalisme dan kapasitas Andika yang menurutnya mumpuni.

“Normal-normal saja, siapa saja bisa memberikan penilaian. Tapi di militer kan organisasi yang dari sumber daya manusia terukur. Ya karena itu memang dilihat tadi seperti yang saya sebutkan dari profesionalisme, kemantapan diri,” katanya.


Maka ia meyakinkan, pemerintah mengangkat Letjen Andika bukan lantaran hubungan Jokowi dengan mertuanya, A.M Hendropriyono. “Bagi pemerintah tidak melihat hal yang seperti itu,” katanya.

Sumber: viva.co.id

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan