Dikecam Turki Soal Pembantaian Gaza, Israel Ingatkan Pembantaian Suku Kurdi

Hubungan Turki dan Israel kembali memanas. Dua negara yang mempunyai hubungan diplomatik resmi ini memang tak jarang saling serang di panggung internasional. Namun di jumlah perdagangan antar negara terus meningkat.

Kali ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali mengetam aksi negara Zionis tersebut “mengutuk pemerintah Israel karena melakukan serangan yang tidak manusiawi (di Jalur Gaza),” kata Erdogan di kantor PBB. Namun kecaman ini ditolak oleh PM Israel Benjamin Netanyahu.

Turki sebelumnya berusaha menggalang mosi di Dewan Keamanan PBB untuk menyerukan penyelidikan atas penggunaan peluru tajam oleh Israel dalam menghadapi demonstran Palestina di Gaza. Namun Amerika memblokir mosi Dewan Keamanan PBB hari Sabtu (31/3).

Otoritas Palestina mengatakan sedikitnya 15 orang tewas hari Jumat oleh pasukan Israel dan lebih dari 750 terkena tembakan peluru tajam.

Orang-orang Palestina hari Sabtu memakamkan mereka yang tewas. Mereka yang berduka menyerukan “balas dendam.”


Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji pasukan Israel yang menembaki warga Palestina. “Pujian bagi tentara kami,” ujar perdana menteri dalam pernyataan. “Israel bertindak penuh semangat dan dengan tekad melindungi kedaulatan dan keamanan warganya.”


Israel juga menyerang balik Turki, mereka mencoba mengingatkan aksi peningdasan bangsa Kurdi selama berabad-abad di bawah pemerintahan Ankara.

“Pasukan yang paling bermoral di dunia sekali pun,” balas PM Israel Benyamin Netanyahu pada (1/4/2018) itu, “tidak akan mau diceramahi oleh seseorang yang selama bertahun-tahun membom warga sipil tanpa pandang bulu.” Netanyahu sebelumnya menggelari Erdogan sebagai seorang yang “mengebom warga desa Kurdi.”

Baca Juga:  Pangkalan Militer Arab Saudi Dihantam Rudal Pemberontak Yamah

Militer Israel Sabtu malam mengatakan dalam pernyataan, 10 orang Palestina yang tewas “punya catatan sebagai teroris” Hamas dan kelompok lain dan mereka tewas “ketika melakukan aksi teror.”

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan