Dikepung Pasukan Suriah, Turki Tarik Mundur Militernya di Hama, Idlib, Suriah

Pasukan Turki sedang bersiap untuk mundur dari benteng pos pengamatan di barat laut Suriah, hal tersebut dilaporkan oleh al-Watan Online pada 18 Oktober.

Mohammed Fadi al-Saadoun, penanggung jawab departemen penerangan dari gubernur Idlib, mengatakan kepada al-Watan Online bahwa pasukan Turki akan mundur dari pos yang dikepung oleh pasukan pemerintah Suriah dalam waktu 48 jam.

“Kami memiliki informasi bahwa pasukan pendudukan Turki sedang bersiap untuk mundur dari pos pengamatan yang telah dikepung oleh militer Suriah,” kata al-Saadoun, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Pos pengamatan terletak di sebelah kota Murak di kawasan pedesaan Hama. Pos tersebut didirikan pada April 2018. Pasukan pemerintah Suriah mengepungnya pada Agustus 2019. Beberapa pos lainnya berada di bawah pengepungan serupa.

Aktivis pro-pemerintah membagikan foto terbaru dari pos pengamatan yang menunjukkan pemindahan beberapa peralatan dari benteng oleh pasukan Turki.

Media al-Moharar, media berita yang didukung Turki, mengkonfirmasi bahwa pasukan Turki sedang membuat persiapan untuk mundur dari pos Murak.

Pada September, Turki menolak permintaan Rusia untuk menurunkan jumlah posnya di wilayah Suriah di Greater Idlib. Penolakan tersebut menyebabkan ketegangan dengan Rusia.

Pasukan Turki mempertahankan lebih dari 60 pos di seluruh Idlib Raya. Ribuan pasukan dan puluhan tank tempur, howitzer, peluncur roket, dan sistem pertahanan udara dikerahkan di pos-pos ini, yang seharusnya “mengamati” gencatan senjata di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Debut Pesawat F-35A di Timur Tengah: Tembakkan 150 Rudal dan Hindari Rudal Arhanud

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan