Dinilai Mirip Prabowo, Jenderal Gatot Nurmantyo Terus Kobarkan Semangat Anti Penjajah

Sosok Jenderal Gatot Nurmantyo terus mendapat simpati dari publik. Jenderal bintang empat ini terus mengobarkan semangat persatuan dengan tema bahaya invasi asing dalam bentuk penjajahan energi. Setelah mencuri perhatian publik melalui acara TV, Panglima TNI dalam kesempatan di kampus Universitas Indonesia kembali mengajak pemuda untuk gotong royong menghadapi invasi asing dalam bentuk penjajahan sumber daya alam.

Indonesia yang secara geografis berada di wilayah equator yang kaya dengan sumber daya mineral dan hayati, akan menjadi incaran para kapitalis untuk dijarah dengan berbagai cara. Profil Jenderal Gatot ini mirip dengan pemimpin pemimpin revolusioner dari Amerika Selatan yang anti kapitalisme dan liberalisme.

Saat pemilihan presiden 2014, dua kandidat capres saat itu memiliki visi berseberangan soal faham ekonomi. Jokowi dikampanyekan pro kapitalisme sedangkan Prabowo kontra kapitalisme. Bahkan para pengamat ekonomi berpendapat, jika Prabowo yang jadi Presiden, ekonomi Indonesia akan hancur.

Apakah Jenderal Gatot memiliki visi dan misi mirip dengan Prabowo?
Telalu dini untuk menyimpulkan. Hanya saja bahan komunikasi publik Jenderal Gatot selalu mirip dengan Prabowo. Mengingatkan publik betapa kayanya Indonesia dan memperingatkan agar jangan sampai bocor apalagi jatuh ke tangan asing.

Safari Presiden ke Jokowi ke satuan-satuan TNI menunjukkan bahwa secara politik popularitasnya telah kalah dari Jenderal kelahiran Tegal berdarah Solo tersebut. Sebagai orang sipil, Jokowi tak punya jaminan kesetiaan dari kalangan tentara sedangkan popularitasnya di kalangan sipil juga tak jauh berbeda dari masa Pilpres 2014. Sedangkan Jenderal Gatot terus menuai simpati dari masyarakat sipil terutama umat Islam, sedangkan militer berada dalam satu komandonya

 

3 Komentar

Tinggalkan Balasan