Dirgahayu Kopassus TNI AD ke-66 Sejarah

16 April adalah hari lahir bagi Korps Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD berbaret merah ini. Sesuai arahan Markas Besar TNI, tidak boleh lagi ada klaim siapa yang terhebat di antara korps-korps komando di jajaran TNI. Semuanya adalah yang terhebat.

sejarah Kopassus tidak bisa lepas dari kehadiran Komandan Teritorium III/Siliwangi, Kolonel Alex Evert Kawilarang, yang bersama teman seperjuangannya, Brigadir Jenderal TNI (Anumerta) Ignatius Slamet Riyadi, memikirkan kehadiran kesatuan berkekuatan personel kecil namun lincah dan punya kualifikasi di atas pasukan reguler guna mematahkan pergerakan pasukan-pasukan pemberontak di dalam negeri.

Pada masa itu, dasawarsa ’50-an, gerakan pemberontakan di dalam negeri tidak kurang jumlahnya dan seperti susul-menyusul dengan berbagai latar belakang penyebab dan kepentingan. Adalah TNI yang ditugaskan pemerintahan Presiden Soekarno untuk menghadapi mereka. Di Teritorium III/Siliwangi, mereka menghadapi gerombolan DI/TII yang dipimpin Sekarmadji Kartosuwiryo.


Kawilarang kemudian menemukan seorang
bekas perwira Korps Speciale Troepen Kerajaan Belanda, Visser, dan meminta dia menjadi pelatih “pasukan khusus” yang sedang dia bidani. Visser bersedia, sampai akhirnya terbentuklah cikal-bakal Kopassus TNI AD, yaitu sejak dia dinamakan Kesatuan Komando Teritorium III/Siliwangi (16 April 1952-18 Maret 1953).

Lalu dia berubah nama menjadi
– Korps Komando Angkatan Darat (18 Maret 1953-25 Juli 1955),
– Resimen Para Komando Angkatan Darat (25 Juli 1955-12 Desember 1966),
– Pusat Pasukan Khusus AD (12 Desember 1966-17 Februari 1971),
– Komando Pasukan Sandi Yudha TNI AD (17 Februari 1971-26 Desember 1986),
– Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD sejak 26 Desember 1986 itu.

Baca Juga:  Puspen TNI: Prajurit Yang Ngamuk di Pekanbaru Alami Sakit Jiwa

Sejak dia dibentuk pada 1952 hingga kini, baret yang dikenakan tetap sama, yaitu baret berwarna merah darah. Visser yang adalah veteran Perang Dunia II dan pernah terlibat pada beberapa operasi besar Sekutu, pernah memimpin pasukan ini pada 1952-1956, dengan pangkat terakhir mayor infantri.
(antaranews.com)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan