Diserbu 50 Prajurit TNI, OPM Kocar Kacir

Tentara Nasional Indonesia (TNI) akhirnya memenuhi tantangan perang gerakan separatis dari Organisasi Papua Merdeka (OPM). Menghadapi pemberontak ini, ternyata TNI hanya cukup mengerahkan 50 prajurit saja ke dalam hutan Papua.

Hal ini seperti diutarakan oleh Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Letkol Inf Muhamad Aidi, bahwa TNI tidak mengerahkan pasukan dalam jumlah banyak. Baru sebanyak 50 prajurit TNI dari berbagai kesatuan yang tergabung dalam operasi khusus.

“50 Personel, 20 dari Yonif 751, 20 dari Yonif 754 dan 10 dari Mako Brigif. Operasi dipimpin, Komandan Brigade Infanteri 20/Ima Jaya Keramo, Kolonel Inf Frits,” kata Aidi seperti dilansir VIVA melalui sambungan telepon, Jumat siang, 20 April 2018.

Aidi menuturkan, pengerahan pasukan itu bertujuan utama menyelamatkan warga sipil yang disandera OPM. Namun, dari catatan selama operasi berlangsung, dengan cuma 50 personel, anggota OPM sudah bisa dipukul mundur.


“Hanya 50 prajurit saja sudah membuat mereka kocar-kacir,” ucap aidi.


Bahkan menurut Aidi, prajurit TNI yang bertugas dalam operasi itu hanya dibekali senjata laras panjang dan senjata serbu saja.

“Hanya senapan laras panjang, SS1 dan TNI sama sekali tidak menggunakan roket,” ujarnya.

Sejak operasi berlangsung pada 17 April 2018, tak satu pun anggota OPM yang berani memerangi prajurit TNI.

Padahal dari data yang dimiliki TNI, OPM memiliki persenjataan yang jumlahnya cukup banyak dengan jumlah simpatisan mencapai 500 orang.

Baca Juga:  Latihan Pemantapan Yonif Mekanis 202 Tajimalela

“Data yang kita dapatkan, mereka memiliki senjata berstandar pabrik antara 40 sampai 50 pucuk senjata,” kata Aidi seperti dilansir viva.co.id

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan