Disokong Turki, Azerbaijan Mulai Perang Melawan Armenia Untuk Merebut Kawasan Nagarno Karabakh

Salah satu konflik tertua di dunia, sengketa wilayah antara Armenia dan Azerbaijan, kembali meletus dengan bentrokan terberat dalam beberapa tahun.

Setidaknya 23 orang dilaporkan tewas pada hari Minggu ketika dua negara pecahan Unk Soviet itu bertempur di wilayah Nagorno-Karabakh.

Wilayah ini diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan tetapi dikendalikan oleh etnis Armenia.
Ketika pecah di awal 1990-an, puluhan ribu tewas dalam pertempuran kedua negara.

Wilayah ini kembali memanas setelah sebuah foto hoax Masjid yang dijadikan kandang hewan di wilayah yang dikuasai etnis Armenia viral di media sosial. Padahal foto itu diambil tahun 2010 di Kota Aghdam yang sudah tidak ada penghuninya, ditinggalkan etnis Azerbaijan setelah konflik tahun 1990. Pemerintah berkuasa etnis Armenia juga telah membersihkan masjid dan menutup lokasi tersebut sebagai cagar budaya.

Dalam konflik terbaru, pemerintah Azerbaijan mendapat sokongan dari Turki. Erdogan dikabarkan mengirim ribuan tentara bayaran warga Suriah ke Azerbaijan.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan pada hari Minggu bahwa dia yakin akan segera mendapatkan kembali kendali atas wilayah tersebut, yang selama inj dikontrol oleh Armenia.

Konflik di kawasan Pegunungan Kaukasus itu tidak terselesaikan selama lebih dari tiga dekade, dengan pertempuran berkala.

Bentrokan perbatasan pada Juli menewaskan sedikitnya 16 orang, memicu demonstrasi terbesar dalam beberapa tahun di ibu kota Azerbaijan, Baku, di mana ada seruan untuk merebut kembali wilayah itu.

Baca Juga:  Berita Foto Perang Opisisi dan Pasukan Pemerintah Suriah

Setiap peningkatan kekerasan dapat mengganggu pasar karena Kaukasus Selatan adalah koridor pipa yang membawa minyak dan gas alam dari Laut Kaspia ke pasar dunia.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menjanjikan dukungan untuk Azerbaijan, mendesak dunia untuk berdiri bersama Azerbaijan melawan dalam “invasi dan kekejaman” Armenia.

Orang Azerbaijan sebagian besar adalah ras Turki yang memiliki hubungan dekat dengan Turki.

Rusia, yang secara tradisional dipandang sebagai sekutu Armenia, menyerukan gencatan senjata segera dan pembicaraan untuk menstabilkan situasi.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan